Ini dia info jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang. Baca sampai abis kalau mau mendaki lewat jalur ini!
Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki ketinggian sebesar 3.428 mdpl.
Untuk mencapai ke puncaknya, paling tidak ada 7 jalur resmi yang bisa kamu lalui, yaitu: Jalur Guci, Dipajaya, Kaliwadas, Baturaden, Sawangan, Bambangan, dan Gunung Malang.
Jalur Gunung Malang merupakan jalur pendakian yang menawarkan panorama hutan yang masih asri, serta kesunyian alam yang bikin tenang.
Jalur ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu yang lebih mencintai keheningan daripada keramaian.
Agar selamat dan lebih mudah dalam membuat rencana pendakian. Berikut informasi lengkap jalur gunung Malang yang wajib kamu ketahui.
Lokasi Basecamp Gunung Malang
Basecamp Gunung Slamet via Gunung Malang ada di Gerdu, Serang, Kec. Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53357. Patokan paling mudah adalah Alfamart Serang. Jika sudah sampai Alfamart, kamu hanya perlu belok kiri sampai mentok, terus ke kanan.
Dari sini, kamu hanya perlu mengikuti jalan, dan papan petunjuk yang sudah lengkap. Jadi, kamu bisa sampai basecamp walau tidak bergantung dengan google maps.
Rute pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang
Kamu bisa meningkatkan keamanan selama mendaki dengan mendownload peta pendakian, sehingga bisa digunakan secara offline.
Memiliki informasi yang lengkap terkait rute pendakian akan sangat membantu kamu menyusun rencana, serta memitigasi resiko.
Peta offline saja tidak cukup, kamu juga perlu paham medan yang akan dilewati. Berikut adalah penjelasan singkat terkait jalur pendakian gunung Malang.
Basecamp – Pos 1
Perjalanan dari basecamp menuju pos 1 terbilang cukup panjang. Umumnya waktu tempuhnya mencapai 1 – 2 jam. Tergantung dari fisik kamu dan tim mendaki.
Jalur yang kamu lalui cukup menanjak, walaupun ada beberapa titik yang masih landai. Jadi, nikmatilah trek yang landai itu, ya!
Setelah berjalan dari basecamp, kamu akan melewati perkebunan warga. Setelahnya, kamu akan mulai masuk ke kawasan hutan pinus.
Kawasan hutan pinus ini sudah cukup untuk merasakan sensasi hutan yang masih sangat terjaga.
Setelah melewati area hutan pinus, kamu akan sampai ke padang ilalang. Setelah sampai di padang ilalang, itu artinya pos 1 sudah dekat.
Karena setelah habis melewati padang ilalang, kamu akan sampai di pos 1. Pos 1 memiliki nama wadas gantung dan berada di ketinggian 1768 mdpl.
Area sudah cukup terbuka, dan memiliki view yang indah. Tak heran jika wadas gantung ini seringkali jadi destinasi camping masyarakat Purbalingga.
Karena memiliki lahan yang cukup luas, mungkin bisa menampung sekitar 20 puluhan tenda.
Pos 1 – Pos 2
Setelah sampai di pos 1, kamu akan menembus hutan lebat untuk bisa sampai ke pos 2. Jarang sekali ada area terbuka disini, nikmatilah kesunyian dan keasrian alam.
Treknya dominan menanjak, walaupun belum terlalu curam. Jarak antara pos 1 dan pos 2 juga tergolong cukup panjang, sekitar 2 – 3 jam perjalanan.
Kamu harus memastikan punya mental dan fisik yang baik ketika mendaki gunung Slamet melalui jalur gunung malang ini. Karena dalam perjalanan menuju pos 2, tidak ada lahan luas untuk mendirikan tenda. Jadi kalau sudah kelelahan, pilihannya ada 3.
Lanjut jalan sampai pos 2, bangun tenda. Atau balik ke pos 1, bangun tenda. Atau bisa juga menggunakan hammock untuk istirahat. Lahan untuk mendirikan tenda di pos 2 juga tidak terlalu luas, hanya cukup 2 – 3 tenda saja. Itupun cukup miring dan penuh akar.
Untuk nuansa, jujur sangat syahdu. Coba bayangkan, kamu bangun tidur di pagi hari. Langsung melihat pohon yang begitu gagah, serta kicauan burung yang mencari makan.
Indah bukan?
Pos 2 – Pos 3
Perjalanan menuju pos 3 kurang lebih sama seperti menuju pos 2. Vegetasi tertutup rapat, kamu hanya akan bertemu dengan tanjakan dan juga pohon-pohon besar.
Namun inilah yang menjadi keseruan mendaki gunung Slamet via gunung Malang. Keheningan alam, dan kesejukan udara. Jika beruntung, kamu bisa bertemu dengan kawanan monyet. Umumnya, kawanan monyet akan menghindari kamu dan rombongan.
Namun tidak menutup kemungkinan juga mereka akan melakukan serangan jika keberadaanmu dianggap mengancam. Oleh karena itu, tetap waspada ya!
Pos 3 – Pos 4
Jalur pendakian menuju pos 4 akan semakin berat. Tanjakannya semakin curam, dan banyak pohon tumbang yang melintang ke jalur. Sehingga kamu perlu sedikit berusaha keras untuk melewati halang rintang tersebut. Namun per hari raya idul fitri tahun 2025 kemarin.
Sudah dilakukan pemeliharaan jalur, sehingga jalur yang ekstrim dibuat lebih “Manusiawi” untuk dilalui. Pohon-pohon besar yang melintang, sudah dipotong. Dan potongan kayunya digunakan untuk menahan tanah agar tidak longsor lagi.
Menurut informasi dari pihak basecamp, pernah terjadi longsor di sekitar lokasi pos 4. Itulah alasan kenapa mata air hanya tersedia di pos 6 atau pos 7.
Karena mata air yang ada di pos 4 tertutup oleh longsoran.
Pos 4 – Pos 5
Rute ekstrim harus kamu lalui hingga menuju pos 5 yang juga terkenal sebagai puncak Gunung Malang.
Tanjakannya makin gak ngotak dan sangat menguras tenaga. Tapi rasa lelahmu bisa sedikit lebih ringan. Karena pada jalur menuju pos 5, bunga edelweis sudah mulai banyak terlihat.
Ingat! Bunga Edelweis hanya bisa dinikmati dengan cara melihat atau memotretnya. Jangan sekali-kali kamu berpikiran untuk memetiknya, bisa terkena sanksi pidana dan sosial.
Kalau kamu tertarik memiliki bunga edelweis, kamu bisa membeli edelweis budidaya di Bromo.
Pos 5 – Pos 6
Setelah sampai di puncak gunung Malang, perjalanan akan membawamu sedikit turun untuk bisa sampai ke pos 6. Walaupun tidak menanjak, namun bukan berarti kamu bisa sampai pos 6 dengan mudah tanpa tantangan.
Justru bagian ini adalah tantangan terberatnya.
Karena rute menuju pos 6 di jalur pendakian gunung Slamet via gunung Malang tertutup rapat. Semak belukar cukup tinggi, sehingga jalur pun tertutup.
Belum lagi pohon tumbang yang melintang menambah kesulitan. Pada bagian ini, saya tersadar. Akan sangat membantu jika kamu mendaki dengan bekal rute/map.
Sehingga kamu bisa sedikit merasa tenang, karena kamu bisa memantau dimana posisimu berada. Jika keluar jalur terlalu jauh, bisa segera kembali.
Ini juga salah satu cara kita bertahan hidup di alam bebas.
Pos 6 – Pos 7
Pos 6 adalah lokasi paling ideal untuk camping di jalur pendakian gunung Slamet via gunung Malang. Areanya cukup luas dan berada di Lembahan, dan ada pula mata air.
Segala kebutuhan selama camping, seperti kenyamanan, sumber air, serta kehatangan bisa terpenuhi. Lokasinya yang berada di lembahan, menjadikan angin tidak begitu kuat berhembus.
Perjalanan menuju pos 7 dari pos 6 akan menanjak. Tidak terlalu curam, tapi sangat menantang.
Karena jalurnya tertutup oleh pepohonan kecil yang melintang. Kamu akan berjelanan menembusnya. Jadi vibesnya seperti menembus goa dari pohon-pohon.
Pos 7 – Batas Vegetasi
Sebetulnya pos 7 adlaah pos terakhir pada jalur pendakian gunung Malang, namun biar mudah. Mari kita buat checkpoint lagi, yaitu batas vegetasi.
Batas vegetasi ini adalah pos 9 pada jalur pendakian gunung Slamet via Bambangan. Untuk bisa sampai ke batas vegetasi, kamu akan melintasi jalur yang menanjak tipis.
Namun pada bagian tertentu, tanjakan nya sangat terjal. Sehingga kamu harus mengeluarkan skill memanjat layaknya ninja warrior.
Tanda kamu akan sampai di batas vegetasi adalah ketika sudah memanjat batu yang cukup tinggi. Kamu harus sedikit merangkak agar tetap aman selama pendakian.
Batas Vegetasi – Puncak Gunung Slamet
Rute menuju puncak gunung Slamet adalah yang terberat. Karena kamu akan menaiki gugusan batu merah tak tetap.
Bayangkan kamu mendaki puncak gunung Semeru. Namun rute lautan pasir menuju puncak diganti dengan batu merah.
Seperti itulah jalur yang harus kamu lalui untuk bisa menapakan kaki di puncak tertinggi Jawa Tengah. Menurut saya, lebih sulit turun daripada naik.
Karena ketika naik, resikonya lebih besar. Kamu harus mengontrol langkah kaki, dalam keadaan letih. Kehilangan fokus sedetik saja, kamu bisa tergelincir.
Dampak paling buruk adalah meninggal dunia. Jadi harus selalu hati-hati dan waspada. Pastikan kamu telah melakukan persiapan mendaki gunung yang matang, terutama latihan fisik. Khususnya melatih otot kaki sebelum mendaki.
Biaya Mendaki Lewat Jalur Gunung Malang
Biaya mendaki ke Gunung Slamet via Gunung Malang tergolong cukup murah, apalagi belum diwajibkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau klinik.
Meskipun begitu, saya menghimbau agar kamu tidak nekat mendaki ketika kondisi tubuh sedang tidak sehat. Karena resikonya sangat besar.
Berikut rincian biaya mendaki lewat jalur gunung malang:
- Simaksi Rp 25.000
- Parkir Motor Rp 5.000
- Voucher Wifi mulai dari Rp 5.000
- Makanan/Minuman mulai dari Rp 5.000
Rencanakan Pendakianmu dengan Matang!
Semoga dengan informasi jalur pendakian gunung Slamet via Gunung Malang, kamu bisa membuat rencana pendakian yang matang.
Rencana yang baik adalah yang dibuat berdasarkan informasi yang lengkap. Karena dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan mitigasi risiko dengan tepat.
Selain itu, usahakan juga untuk mengetahui ilmu survival. Sehingga jika terjadi kejadian buruk, kamu tidak terlalu panik.
Pelajari juga tentang penyakit gunung, khususnya hipotermia. Karena banyak kasus kematian di gunung karena terserang hipotermia atau penyakit kedinginan. Selamat mendaki!
Udah dulu ceritanya yaa … Masih banyak cerita lainnya dari Insanus Mlaku yang gak kalah seru dan menarik. Yuk eksplore bareng.
See you!