Saya membeli kompor Naturehike ini karena ingin mulai beralih ke konsep ultralight hiking. Walaupun belum sepenuhnya mengganti seluruh perlengkapan menjadi ultralight, saya mencoba melakukannya secara bertahap, salah satunya dengan mengganti kompor yang lebih ringan.
Alasan lain saya memilih kompor ini adalah desainnya yang menurut saya terlihat premium, keren dan ringkas. Ketika kamu membeli kompor ini, dalam paket pembeliannya sudah termasuk adapter untuk gas kaleng sehingga tidak perlu membeli aksesori tambahan.
Dari sisi bobot, kompor ini cukup mengesankan. Berat unit kompornya hanya sekitar 235,4 gram, sementara jika membawa adapter dan wadah penyimpanannya totalnya hanya sekitar 313,8 gram. Bagi saya, angka tersebut sudah cukup ringan untuk dibawa dalam aktivitas hiking maupun camping.
Selama digunakan untuk memasak di luar ruangan, kompor ini menghasilkan nyala api biru yang stabil. Proses memasak juga terasa nyaman selama lokasi memasak tidak terlalu terbuka terhadap hembusan angin.
Namun saya menyadari bahwa kompor ini memang belum memiliki fitur windproof. Ketika terkena angin secara langsung, nyala api menjadi kurang stabil sehingga sebaiknya menggunakan windshield atau mencari lokasi yang terlindung sebelum mulai memasak.
Hal lain yang saya perhatikan adalah ketika menggunakan gas kaleng dengan adapter bawaan. Posisi tabung gas sebaiknya tetap berdiri agar suplai gas menuju kompor lebih stabil. Jika posisi tabung berubah atau kurang tepat, performa api juga ikut terpengaruh.
Secara keseluruhan, menurut saya kompor Naturehike ini sangat direkomendasikan bagi pendaki yang mulai menerapkan konsep ultralight hiking. Bobotnya ringan, desainnya keren, api stabil, dan paket pembeliannya sudah lengkap dengan adapter. Kekurangannya memang belum windproof, tetapi hal tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan pelindung angin atau memilih lokasi memasak yang tidak terlalu terbuka.




