The Journey Start Here!

Ketenangan di Karang Gemantung Banjarnegara

Gak nyesel sih bela-belain motoran 2 jam buat ke karanggemantung banjarnegara.

Libur lebaran adalah waktu yang selalu saya nantikan. Umumnya, momen ini akan saya gunakan untuk mendaki gunung. Aktivitas pendakian sudah seperti terapi bagi saya.

Kenikmatan trekking di iringi suara-suara alam tak pernah gagal menenangkan hati saya. Namun tahun ini berbeda. Libur lebaran tahun 2026 saya gunakan untuk eksplor tempat wisata yang belum pernah saya kunjungi. 

Pada artikel ini, saya akan menceritakan pengalaman mengunjungi salah satu tempat wisata Banjarnegara yang sedang viral karena anomalinya. Kenapa demikian? Pastikan kamu baca sampai habis ya. 

Atau bisa juga tonton ulasannya di sosmed saya, jangan lupa di follow, ya!

Kenapa Wisata ke Karanggemantung Banjarnegara?

Jujur, eksplor wisata Banjarnegara tidak saya rencanakan sebelumnya. Awalnya, saya ingin trekking ke Bukit Janggalas di Purbalingga. Infonya, wahana trekking tersebut cukup baru dan menawarkan keindahan alam yang indah. 

Akan tetapi, hidup memang tak selalu berjalan sesuai rencana. Di tengah penatnya agenda Bukber (Buka Bersama) saya sempat scroll TikTok. Belakangan fyp saya memang sedang banyak rekomendasi tempat wisata. 

Maklum, saya sedang membangun personal branding sebagai Alif si Traveler Ngapak di TikTok. Jadi butuh banyak referensi konten agar konten saya bisa mencuat di fyp TikTok kamu. 

Waktu itu, tetiba muncul sebuah video yang menampilkan keindahan sebuah tempat wisata. Isinya bebatuan karang yang ada di tengah hutan dengan view yang apik. 

Seketika saya terbius oleh konten tersebut. Saya terpukau oleh anomali yang ditawarkan, agak janggal kan, ada batuan karang di tengah-tengah hutan.

Open Trip Baduy Dalam
Open Trip Baduy Dalam
2 Hari 1 Malam menjauh dari bisingnya dunia. Jalan kaki, diskusi, dan menghirup udara segar pegunungan
2D1N Safe & Eco-Friendly Travel
Kuota: 10 Orang ✔ Open
Rp 190.000
Tanya & Cek Slot
Respon cepat • Free Konsultasi • Dokumentasi Terbaik

Setelah saya riset lebih jauh, konon katanya area karang gemantung adalah laut. Kemudian batuan karang tersebut terangkat akibat aktivitas tektonik. Usia batuan karangnya diperkirakan sudah 10 juta tahun.

Fenomena serupa pernah saya lihat ketika akan body rafting di Green Canyon Pangandaran. Tapi saya masih bisa maklum, karena jarak antara batuan karang dan juga sungai masih relatif sedikit. 

Sehingga saya pikir masih masuk akal. Tapi kalau karang gemantung ini anomali. Berbekal rasa penasaran itulah, saya mengajak Avatar (adik kandung) yang akrab dipanggil Tatang untuk pergi tempat ini. 

Urusan trekking ke bukit janggalas, bisa lain waktu lah. Toh tempatnya juga dekat dengan rumah.

Perjalanan Menuju Karang Gemantung di Banjarnegara

Saya dan adik menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor, waktu tempuhnya sekitar 2 jam perjalanan. 

Rute yang kami lalui murni hasil rekomendasi google maps, dan untungnya gak ada drama kesasar sama sekali.

Dari Bobotsari (rumah di kampung halaman) hingga Banjarnegara jalannya tergolong baik, tidak banyak rusak. Kalaupun rusak, juga gak terlalu parah. 

Selain itu, sepanjang perjalanan saya disuguhkan dengan landscape yang memukau. Apalagi ketika sudah dekat dengan karang gemantung. 

Nah, setelah kami berada di desa terakhir, perjalanan dilanjutkan dengan menembus hutan pinus lebah selama 10 menit. Di momen ini cukup menegangkan. 

Karena jalanannya masih alami, hanya ada bekas cor-coran. Itupun cuman di beberapa titik saja, sisanya, ya jalur tanah plus batu. 

Beberapa kali saya nanya ke adik, apakah betul ini jalannya? Jangan sampai nyasar, gak lucu banget nih nyasar di hutan.

Adik saya kekeh bilang bahwa kami sudah berada di jalan yang benar. Dan untungnya, titik google mapsnya tidak meleset. Tibalah kami di Karang Gemantung Banjarnegara.

Apa Saja Daya Tarik Wisata Karanggemantung di Banjarnegara?

daya tarik karanggemantung banjarnegara

1. Pemandangan Alam yang Memukau

Anomali pada tempat wisata ini jadi daya tarik utama. Sekarang coba jawab pertanyaan ini: Apa yang menarik dari menyaksikan gugusan batuan karang?

Kalau kamu bukan pecinta sejarah, atau fomo. Rasanya tempat ini tak mungkin akan kamu kunjungi. 

Tapi, kalau gugusan batuan karang yang umumnya ada di dasar laut dan hanya bisa dilihat dengan snorkeling atau diving memiliki pemandangan alam hijau yang menyegarkan?

Siapa saja pasti tertarik untuk berkunjung!

Baca Juga: Pesona Wisata Kebumen: Curug Kedondong yang Eksotis

2. Banyak Spot Foto

Jujur, mau di eksplor dari berbagai angle, tempat wisata ini sungguh menarik. Mau effort nanjak batuan karangnya (harus hati-hati, karena taruhannya nyawa) kamu bisa dapet foto yang eye catching banget.

Foto mepet di salah satu batu karang juga oke banget. Tapi ada satu spot favorit, dan agak ngantri kalau pas rame wisatawan. 

Lokasinya ada di bagian tengah-tengah agak keakhir area batuan karangnya. Ada satu batu besar yang bisa jadi background.

Kalau cuaca cerah, latar foto kamu akan sempurna. Batu karang yang megah, aksen hijau dari pohon pinus, dan juga langit biru dengan awan yang riang gembira.

3. Menenangkan Hati

Travelling adalah salah satu coping mechanism yang efektif. Sebuah studi dari Occupational Medicine menyatakan bahwa dengan 3 hari berlibur kamu akan jauh lebih segar, tingkat kecemasan berkurang, dan suasana hati jauh lebih baik.

Gak perlu waktu 3 hari untuk merasakan 3 dampak positif dari travelling itu, karena tempat ini memberikannya secara instan. 

Walaupun udaranya tidak terlalu sejuk, tapi berdiam diri menikmati suasana disini sangatlah menyenangkan. Apalagi, jika cuaca cerah, rasanya tidak ingin pulang.

Walaupun tidak ada area camping khusus, tapi saya rasa destinasi wisata di Banjarnegara ini cukup cocok untuk camping. 

Kamu bisa mendirikan tenda di area hutan pinus bagian belakang gugusan batuan karang ini. Di area itu, jauh lebih sejuk dan tenang. 

Baca Juga: Bukit Siregol Purbalingga: Habitat Satwa Langka yang Indah

Jadi Mau Kapan ke Karanggemantung, Nih?

Pernah berkunjung ke Karanggemantung adalah anugerah bagi saya. Karena tempat ini menyimpan memori yang menyenangkan. 

Tak hanya itu, perasaan tenang yang tertinggal juga membantu mengatasi masalah-masalah di pekerjaan. 

Tiket masuk sebesar Rp 5.000 tidak akan membuat budget liburan kamu bengkak tiba-tiba. Oiya, karena lokasi wisata ini belum ada warung. Jadi kalau bisa kamu bawa makanan sendiri, ya!

Jangan lupa nanti sampahnya dibawa lagi, yaa.. Sayang banget kalau pada akhirnya karanggemantung jadi penuh sampah. Estetikanya bisa hilang, jadi tidak menarik lagi untuk dikunjungi. 

Pokoknya, jangan sampai itu terjadi ya Konco Mlaku!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *