The Journey Start Here!

Pesona Wisata Kebumen: Curug Kedondong yang Eksotis

Beda lokasi geopark, beda rasa petualangannya!

Senang sekali bisa kembali mendokumentasikan perjalanan melalui tulisan. Belakangan saya lagi belajar mendokumentasinya dengan format video panjang dan juga pendek. Jika tertarik, kamu bisa melihat YouTube atau Sosial media saya: aksesnya disini, ya. 

Dalam setiap agenda libur lebaran, saya akan menyempatkan waktu untuk eksplor tempat wisata Purbalingga (kampung halaman) ataupun sekitarnya. Lebaran kali ini, saya eksplor Banjarnegara dan juga Kebumen. Pada tulisan ini, saya akan menceritakan pengalaman berkunjung ke Curug Kedondong di Kebumen

Kenapa Wisata ke Kebumen?

Kunjungan ke curug kedondong ini bisa dibilang tanpa rencana. Karena awalnya saya menargetkan tiga destinasi wisata, yaitu: Karanggemantung di Banjarnegara, Kawah Sikidang di Dieng, dan pemandian banyu anget di Gumelem, Banjarnegara. 

Setelah puas menelusuri setiap sudut Karanggemantung, saya dan Avatar (Adik kecil saya, walaupun sekarang lebih tinggi) sempat berdiskusi perihal jarak ke Kawah Sikidang. Namun ternyata jaraknya cukup jauh dan tidak searah pulang. 

Wah, effort banget tang, kalau maksa ke Kawah Sikidang. Coba cari destinasi lainnya yang cukup dekat dengan pemandian banyu anget gumelem. 

Oke, mas!

Privilege jadi seorang kakak adalah bisa menyuruh adiknya, dan itu privilege yang sangat saya sukai. Di dalam area hutan pinus (ada di area belakang Karanggemantung) kami terdiam. Adik saya fokus mencari destinasi lanjutan via google maps. Sementara saya menikmati secangkir kopi sambil menikmati syahdunya nuansa hutan. 

Singkat cerita, dapatlah destinasi wisata berupa Curug, awalnya bukan Curug Kedondong tapi Curug Silangit. Berbekal riset dadakan, kami beranjak dari Karanggemantung menuju Curug Silangit. Nah, dalam perjalanan ini akan ada sebuah kejadian yang mengakibatkan kami berpindah haluan.

Pesona wisata Karanggemantung Banjarnegara

Menuju Curug Silangit Kebumen

Kemajuan teknologi sangat memudahkan saya untuk pindah dari satu destinasi wisata ke destinasi lainnya. Cukup menggunakan Google Maps saya bisa berpindah kota tanpa perlu kebingungan dan banyak tanya sana-sini. 

Dalam perjalanan menuju Curug Silangit (hasil riset di Karang Gemantung) perut saya mulai protes. Hasil fermentasi makanan hari raya mungkin sudah overload dan harus segera dikeluarkan. 

Saya mengendarai sepeda motor dengan kecepatan cukup cepat. Sesekali berhenti di masjid, dengan harapan numpang wc dan menunggu waktu dzuhur. Ketika perut ini protes, waktu sudah pukul 11:30. Bukankah waktu yang tepat untuk beristirahat?

Belum lagi rute yang kami lalui sangat terik. Coba bayangkan, kamu berkendara di tengah siang bolong di daerah dekat pesisir. Panasnya ampun-ampunan. 

Baca Juga: Kembali ke Kota Bandung Penuh Kenangan!

Singkatnya, tibalah kami di sebuah masjid yang cukup besar di kecamatan Karanggayam, Kebumen. Setelah mengeluarkan hasil fermentasi makanan lebaran, adik saya memberitahu bahwa ke Curug Silangit harus trekking sejauh 40 menit. 

Seketika saya bilang tak apa, lanjutkan saja. Setelah shalat Dzuhur, saya mulai meriset sendiri curug silangit ini. Melihat review di Google Maps dan juga konten di TikTok. 

Setelah dipertimbangkan, kok rasanya kurang worth it yaa. Ini beberapa point yang membuat saya menilai kurang worth it:

  1. Seseorang memberikan review kalau trekkingnya itu 40 menit. Tapi warga sekitar bilangnya hanya 10 menitan. 
  2. Lokasi curug dekat kuburan, katanya lumayan angker. 
  3. Ban kendaraan yang terparkir disinyalir dikempesin. 
  4. Curug Silangit tidak bertipe terjun tapi merambat, sementara saat ini sudah jarang hujan. Jadi ada kemungkinan airnya surut. Sementara eksotismenya baru keluar saat debit airnya melimpah. 

Pengaruh terbesar pembatalan ke curug Silangit ada pada point 3 & 4. Atas dasar inilah, akhirnya saya mencari destinasi wisata terdekat lainnya dan ketemulah Curug Kedondong.

Daya Tarik Curug Kedondong Kebumen

karcis masuk curug kedondong

1. Air Merambat yang Eksotis

Pesona Curug Kedondong tidak terletak pada airnya yang terjun, karena curug ini bertipe merambat. Airnya merambat turun melalui batuan andesit besar, jika debitnya sedang tinggi curug ini sangat memukau. Namun jika sedang rendah, daya tariknya sedikit berkurang.

Ketika saya berkunjung ke Curug ini debitnya sedang kecil, sehingga daya tariknya kurang maksimal. Meskipun demikian, curug ini masih indah dipandang mata serta dijadikan background foto.

2. Sudah Terkelola dengan Baik

Curug Kedondong berlokasi sekitar 450 meter dari pemukiman warga terdekat, sehingga bisa ditempuh melalui lahan garapan warga. Lokasi yang strategis ini memungkinkan warga untuk memaksimalkan pengelolaan.

Curug ini dikelola kelompok sadar Wisata Desa Gunungsari yang bekerja sama dengan pemerintah Desa, perhutani, dan LMDH. Tak heran jika tempat wisata alam Kebumen ini sudah terkelola dengan baik.

Ketika berkunjung, banyak fasilitas yang bisa saya gunakan. Mulai dari toilet, musola, tempat istirahat, area bermain anak, hingga kolam anak & dewasa. Semua fasilitas tersebut masih dalam kondisi yang terawat dengan baik.

Baca Juga: 5 Tips Travelling Hemat untuk Pekerja Kantoran!

3. Murah Meriah

Biasanya, tempat wisata alam yang sudah terkelola dengan baik (sangat komersil) memiliki biaya tiket masuk yang cukup mahal. Namun kebiasaan tersebut tidak berlaku pada curug Kedondong. 

Biaya tiket masuknya masih murah, walaupun dibedakan antara tiket masuk curug dan ijin berenang di kolam. Yap! Betul sekali. Kalau kamu mau berenang sudah tersedia kolam renang anak dan juga dewasa. 

Namun sayang, pada saat kunjungan kemarin saya tidak sempat mencobanya. Karena saya hanya membawa satu baju ganti, dan baju tersebut akan digunakan di destinasi wisata terakhir, yaitu pemandian banyu anget Gumelem

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 5.000 per orang. Harga tiket ke kolam renangnya juga Rp 5.000. Sementara untuk parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil. 

Oiya, harga makanan yang tersedia di warung juga masih sangat terjangkau. Kemarin saya & adik memesan 2 porsi lotek, 1 teh tawar, dan 1 es teh manis. 

Mau tau berapa total harganya?

Hanya Rp 20.000 saja! Murah banget kan?

Yuk! Berkunjung ke Curug Kedondong di Kebumen

keindahan curug kedondong di kebumen

Ada yang menarik dari kunjungan ke Curug Kedondong. Berkat kunjungan tak terencana ini, saya jadi tau kalau julukan Geopark juga disematkan pada Kebumen. Jujur, awalnya saya hanya tau Geopark Ciletuh saja. 

Namun ternyata, tidak. Selain Curug Kedondong dan Curug Silangit, ternyata masih ada banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Jadi, kunjungan ke Curug Kedondong ini membuka chapter baru dalam hidup saya yang menuntut untuk dilanjutkan.

Jika ada waktu dan kesempatannya, saya akan eksplor lebih jauh tempat-tempat wisata yang ada di Kebumen. Kalau kamu tertarik untuk eksplor juga, saran saya bisa mulai dari Curug Kedondong!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *