The Journey Start Here!

Panduan Ultralight Hiking untuk Pemula Secara Lengkap

Sudah waktunya shifting gaya pendakian, dari konvensional ke ultralight! Begini panduannya. 

Jujur, belakangan saya mulai meninggalkan gaya pendakian dengan membuat kulkas (sebutan untuk carrier ukuran besar). Selain berat, langkah kaki juga menjadi lambat.

Apalagi lutut kiri saya pernah sakit akibat terlalu sering melompat saat jadi atlet voli tingkat RT. Singkatnya, pelan-pelan saya mulai menerapkan konsep pendakian ultralight.

Kata kunci gaya pendakian ini ada pada ringan & safety. Oleh karena itu, peralatan mendaki yang dibawa harus yang benar-benar dibutuhkan ataupun memiliki fungsi ganda. Nah, kalau kamu mau beralih dari pendakian konvensional ke ultralight. 

Artikel ini adalah sarana yang tepat. Melalui tulisan ini, kita akan belajar cara menjadi pendaki UL seutuhnya!

Apa Itu Ultralight Hiking?

Ultralight hiking adalah gaya pendakian dengan mengutamakan efisiensi beban carrier tanpa mengorbankan fungsi dan keamanan. Konsep ini menekankan prinsip minimalis dalam pendakian.

Itu artinya, kamu hanya membawa perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan, tapi tetap siap menghadapi berbagai kondisi di gunung, termasuk cuaca buruk. Buat pemula, ada dua istilah penting yang perlu kamu pahami.

Pertama base weight yang merupakan berat perlengkapan tanpa makanan, air, dan bahan bakar. Yang kedua ada total pack weight yang merupakan berat keseluruhan carrier saat pendakian. 

Dengan memahami ini, kamu bisa mulai mengatur beban secara lebih cerdas, bukan asal ringan, tapi tepat agar berguna. 

Mindset Shifting ke UL

Kunci dari ultralight bukan cuma soal gear, tapi perubahan mindset. Awalnya, kamu mungkin mikir begini saat menyusun rencana pendakian:

  • Alat ini sepertinya penting deh, bawa aja lah buat jaga-jaga.
  • Bawa Sleeping bag super tebal biar gak kedinginan waktu camp nanti.
  • Bawa baju ini, terus ini, terus ini, sama ini deh.

Sadar atau enggak, proses berpikir itulah yang akhirnya membuat carrier kita overload kek kulkas. Kalau mau shifting, kamu harus rombak total mindsetnya. Sebelum memasukan alat pendakian, pastikan bahwa gear tersebut penting dan bakal berguna. 

Perbaiki sleeping system biar gak kedinginan, alih-alih bawa SB super besar dan berat, cobalah untuk belajar layering. Nanti lama kelamaan, kamu juga bakal dapet feelnya bahwa gak semua peralatan harus kita bawa saat mendaki. 

Ketika mindset ini sudah terbentuk, kamu akan lebih bijak dalam memilih barang, lebih ringan saat berjalan, dan jauh lebih siap menghadapi kondisi di gunung.

Baca Juga: Pendakian Gunung Gede via Putri: Jangan Maksa!

Berapa Berat Ideal Carrier Setelah Shifting ke Ultralight?

Saat mulai beralih ke ultralight, penting memahami bahwa berat ideal carrier ultralight pemula tidak harus langsung ekstrem. 

Kalau sebelumnya kamu terbiasa membawa beban 12 – 20 kg (gaya konvensional), target realistisnya adalah menurunkan secara bertahap. Misalnya, base weight di kisaran 6 – 8 kg, dengan total pack weight sekitar 8 – 12 kg. 

Proses shifting ini akan berlangsung dengan mulus jika berhasil memanage beban carrier. Mulailah untuk memilah perlengkapan berdasarkan fungsi, bukan kebiasaan. Intinya, pelan-pelan aja. Bertahap, gak perlu cepat-cepat karena ini bukan perlombaan. 

Yang penting, adanya progres dan konsistensi dalam menerapkan UL Hiking. Setiap kali mendaki, beban bawaan berkurang 500 gram atau 1 kg juga sudah termasuk kemenangan yang layak dirayakan.

Audit Gear Lama: Mana yang Harus Diganti?

Sebelum beli gear baru, coba lakukan audit perlengkapan lama untuk tahu mana yang bikin carrier kamu jadi berat. Umumnya, tenda terlalu besar, sleeping bag, carrier, atau pakaian. 

Lakukan audit pada big three (carrier, tenda, sb) ganti peralatannya secara bertahap. Jangan langsung fokus ganti ke tas carriernya. Karena nanti takutnya peralatan yang kamu miliki gak muat.

Biasanya, pendaki yang akan shifting mengganti tenda atau sleeping systemnya lebih dulu. Jika sudah, barulah beralih ke penggantian tas carrier. Dengan mengganti tenda menjadi tarp tent juga sudah salah satu cara mengurangi beban carrier.

Baca Juga: Review Sepatu Trail 910 Yuza Echoes

Daftar Gear Ultralight untuk Transisi

Gak semua peralatan mendaki yang kamu miliki sekarang harus langsung diganti, pelan-pelan aja. Jujur, alat-alat yang tergolong ultralight memiliki harga yang relatif lebih mahal.

NoGearPrioritas
1Carrier ringan (±1 kg)Wajib
2Tenda ultralight / tarpWajib
3Sleeping bag compactWajib
4Matras ringanBisa menyusul
5Kompor miniBisa menyusul
6Jaket ringanBisa menyusul
7Sepatu trail runningBisa menyusul

Teknik Ultralight Hiking yang Perlu Diubah

Masuk ke dunia ultralight berarti kamu juga harus mengubah kebiasaan lama saat mendaki. Alih-alih jalan ngebut lalu istirahat lama, fokuslah pada langkah yang lebih konsisten untuk menjaga efisiensi energi saat hiking. 

Manajemen energi jauh lebih penting daripada sekadar stamina. Pakaian pun perlu kamu sesuaikan. Pelajari dan gunakan teknik layering pakaian, sehingga pakaian selama mendaki bisa lebih efisien.

Selain itu, perhatikan juga manajemen logistik pendakian, terutama air jangan bawa berlebihan. Kamu harus belajar mengenal tubuhmu, agar bisa lebih hemat air. 

Apalagi jika gunung yang kamu daki tidak punya sumber mata air seperti gunung Sindoro via Kledung. Untuk mengecek logistik pendakian, kamu bisa menggunakan Kalkulator Logistik Pendakian by Insanus Mlaku. 

Jadi Kapan Mau Belajar Shifting ke UL Hiking, Nih?

ultralight hiking adalah

Beralih ke ultralight bukan berarti kamu harus langsung buang semua gear lama dan berubah ekstrem dalam satu pendakian. Cara yang paling efektif adalah pelan-pelan mengurangi barang bawaan. 

Target utama adalah mengganti gear berat dengan yang lebih efisien, dan belajar memahami kebutuhan diri di lapangan.

Fokusnya adalah bagaimana kamu bisa bergerak lebih efisien tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan.

Progres yang konsisten, meski kecil, jauh lebih berdampak daripada perubahan drastis yang tidak realistis. 

Pertanyaan Seputar Ultralight Hiking untuk Pemula

Ultralight hiking tetap aman untuk pemula selama dilakukan secara bertahap. Tidak perlu langsung ekstrem mengurangi perlengkapan, tapi fokus pada efisiensi dan memahami kebutuhan dasar pendakian. Pastikan tetap membawa gear esensial seperti logistik, perlindungan cuaca, dan alat keselamatan.

Setelah shifting ke ultralight, berat carrier biasanya turun ke kisaran 8 – 12 kg (termasuk logistik). Untuk base weight, target idealnya berada di bawah 5 – 7 kg. Namun, angka ini tetap fleksibel tergantung durasi pendakian, kondisi cuaca, dan preferensi masing-masing pendaki.

Gear yang sebaiknya diganti pertama adalah yang paling berat dan sering digunakan, seperti carrier, tenda, dan sleeping system. Setelah itu, baru optimasi ke item kecil seperti cooking set dan pakaian. Prinsipnya, mulai dari yang memberi pengurangan berat paling signifikan.

Tidak semua pendaki cocok dengan ultralight hiking. Gaya ini lebih cocok untuk mereka yang sudah memahami kebutuhan pribadi di gunung dan nyaman dengan perlengkapan minimal. Jika masih pemula atau belum terbiasa, sebaiknya lakukan penyesuaian secara bertahap.