The Journey Start Here!

Penting! 5 Alat untuk Mengatasi Hipotermia saat Mendaki

Selalu bawa alat ini agar selamat dari resiko penyakit hipotermia.

Hipotermia senantiasa mengintai para pendaki, tidak peduli apakah ia pemula atau senior. Semuanya punya peluang yang sama. 

Perubahan cuaca, pakaian yang basah, angin kencang, hingga kelelahan bisa menyebabkan suhu tubuh turun drastis.

Dalam banyak kasus, hipotermia masih menjadi salah satu insiden yang paling sering terjadi saat pendakian dan dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Itulah mengapa persiapan sebelum mendaki tidak boleh dianggap sepele. Selain membawa perlengkapan pendakian utama, setiap pendaki juga sebaiknya membekali dirinya dengan peralatan survival gunung.

Daftar Alat untuk Mengatasi Hipotermia saat Mendaki

1. Emergency Blanket

Emergency blanket menjadi salah satu alat terbaik untuk mengatasi hipotermia. Oleh karena itu, benda mungil ini sebaiknya selalu ada di dalam tas carrier.

Fungsi utama dari emergency blanket adalah untuk menjaga panas tubuh. Sehingga kamu bisa terhindar dari resiko hipotermia. Alat survival ini sangat berguna ketika kamu atau pendaki lain mulai menunjukan gejala hipotermia.

Sebelum makin parah, pertolongan pertama penting dilakukan. Mulai dari mengganti pakaian yang basah dengan yang kering, mengkonsumsi minuman hangat, hingga menggunakan emergency blanket.

Berikut cara menggunakan Emergency Blanket untuk pendaki yang menunjukan gejala hipotermia:

  1. Segera Buka dan Bentangkan Emergency Blanket.
  2. Bungkus Seluruh Tubuh Korban.
  3. Pastikan Sisi Silver Menghadap ke Dalam.
  4. Lindungi dari Kontak Langsung dengan Tanah.
  5. Rapatkan dan Hindari Celah Angin.

Baca Juga: Apa itu Hipotermia? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

2. Sleeping Bag

Benda berikutnya yang bisa membantu kamu terhindar dari Hipotermia adalah Sleeping Bag. Mungkin alat pendakian gunung ini sudah jadi mandatory gear yang pasti dibawa oleh pendaki.

Tapi beberapa pemula masih cukup abai untuk membawanya, termasuk saya dulu. Keterbatasan biaya, membuat saya untuk menggantinya dengan selimut berbahan wool.

Walaupun cukup aman dan hangat, namun di beberapa kondisi sangat terasa kekurangannya. Mulai dari ukuran packing yang besar, sampai hawa dingin yang menembus kulit karena tidak memaksimalkan sistem layering.

Beruntungnya sekarang sudah banyak brand outdoor yang menjual sleeping bag dengan harga cukup terjangkau. Yang paling penting adalah kamu bisa menemukan SB yang tepat.

Saat memilih sleeping bag hiking, jangan hanya terpaku pada bobot yang ringan. Karena kenyamanan dan kemampuan menahan suhu jauh lebih penting. Perhatikan comfort temperature yang tertera pada spesifikasi produk.

Lalu sesuaikan dengan gunung dan musim pendakian yang akan kamu hadapi. Dengan memilih sleeping bag gunung yang tepat, kualitas istirahat akan lebih baik. Sehingga tubuh akan terasa lebih fresh dan siap untuk menghadapi summit attack esok harinya.

3. Jaket Insulasi

Pada tahun 2017 – 2018, tahun dimana awal-awal saya nyemplung ke dunia pendakian. Masih banyak kesalahan yang saya lakukan. Mulai dari tidak latihan fisik, sampai menggampangkan gear outdoor yang dibawa mendaki.

Salah satunya adalah jaket. Saya pernah asal membawa jaket untuk mendaki, yang penting bawa. Tapi ternyata, di gunung suhunya bisa berubah seketika. Yang awalnya aman-aman saja, berubah jadi dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Agak lebay memang, tapi itu yang saya alami. Biar kamu gak mengulangi kesalahan yang serupa, usahakan untuk membawa jaket gunung yang lebih proper, seperti insulated jacket.

Jaket insulasi atau down jacket merupakan jaket insulasi dirancang untuk menyimpan panas tubuh agar suhu tubuh tetap stabil. 

Dengan membawa jaket yang tepat, kamu bisa istirahat dengan nyaman di tempat camp dan yang paling penting, mampu menekan risiko hipotermia secara signifikan.

Ingat, gunung gak pernah toleran sama persiapan yang setengah-setengah.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Beli Jaket Gunung untuk Pendaki Pemula

4. Matras

Tanah yang dingin mampu menyerap panas tubuh dengan sangat cepat, terutama saat kamu beristirahat atau tidur di dalam tenda.

Inilah alasan mengapa matras berfungsi sebagai lapisan isolasi yang mengurangi perpindahan panas dari tubuh ke permukaan tanah. 

Selama saya mendaki, settingan tidur yang paling nyaman adalah melapisi tenda dengan matras alumunium foil sebagai dasar dari sleeping system.

Matras Foil Double Side Canifer

Matras Foil Double Side Canifer

Official Store
Rp 65.000
Rating 4.9 Terjual 4RB+
Cek Harga Terbaru

Harga dan ketersediaan dapat berubah sewaktu-waktu.

Kemudian diatasnya bisa ditambah lagi dengan matras egg crate atau matras tiup agar lebih empuk.

Format tersebut sudah sangat nyaman untuk tidur, bahkan rasa nyamannya mengalahkan kasur empuk di rumah.

5. Kompor Portable

Selain berfungsi untuk memasak, kompor portable hiking juga sangat membantu saat menghadapi kondisi darurat seperti hipotermia.

Kamu bisa menciptakan suhu panas di dalam tenda dengan kompor portable. Salah satu cara yang sering saya gunakan adalah dengan menyelimuti diri dengan sarung.

Sisakan ruang di dalam sarung dan nyalakan kompor dengan api kecil saja. Nikmati kehangatannya, tapi jangan sampai ketiduran yaa, bahaya. Lebih jelasnya, cara ini sudah pernah saya tulis di artikel: Lakukan 5 Langkah Ini Agar Tidak Kedinginan di Gunung!

Silahkan baca artikel tersebut untuk panduan yang lebih jelas.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menangani Hipotermia

Saat menghadapi pendaki yang terserang hipotermia, kepanikan sering kali membuat seseorang mengambil keputusan yang justru memperburuk kondisi korban.

Pertolongan pertama pada korban hipotermia harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap agar suhu tubuh korban dapat kembali normal dengan aman. 

Selain memahami langkah penanganan yang benar, kamu juga perlu mengetahui beberapa kesalahan penanganan hipotermia yang masih sering dilakukan oleh pendaki maupun aktivitas outdoor lainnya.

  • Membiarkan pakaian tetap basah, sehingga tubuh terus kehilangan panas dan suhu inti semakin turun.
  • Menghangatkan tubuh secara tiba-tiba dengan api besar atau sumber panas ekstrem, karena dapat memicu gangguan sirkulasi dan memperburuk kondisi korban.
  • Memberikan kopi, minuman berkafein, atau alkohol, sebab keduanya bukan cara yang tepat untuk menghangatkan tubuh dan justru dapat meningkatkan risiko dehidrasi maupun gangguan sirkulasi.
  • Tidak membawa perlengkapan darurat, seperti emergency blanket, pakaian ganti, sleeping bag, atau minuman hangat yang dapat membantu proses penanganan awal.
  • Menunda proses evakuasi, terutama jika korban menunjukkan gejala hipotermia sedang hingga berat.

Yang Terpenting dari Pendakian Adalah Pulang dengan Selamat!

cara beli tikut bus murah

Hipotermia bisa menyerang siapa saja, bahkan pendaki yang sudah berpengalaman sekalipun.

Membawa emergency blanket, sleeping bag, jaket insulasi, atau perlengkapan darurat lainnya memang tidak menjamin kamu 100% terhindar dari hipotermia. 

Namun, setidaknya alat-alat ini memberikan kesempatan lebih besar untuk mempertahankan suhu tubuh sambil menunggu pertolongan.

Ingat, tidak semua perlengkapan pendakian dibawa untuk digunakan setiap saat. Ada perlengkapan yang justru kita harapkan tidak pernah terpakai sama sekali selama perjalanan. 

Tetapi ketika kondisi darurat datang mengetuk, peralatannya bisa menjadi satu-satunya penyelamat yang membuat kita bisa kembali ke rumah dengan selamat. 

Safety first, konco mlaku!

Pertanyaan Seputar Alat untuk Mengatasi Hipotermia

Emergency blanket merupakan salah satu perlengkapan darurat yang paling penting untuk membantu menangani hipotermia. Alat ini ringan, mudah dibawa, dan mampu membantu mempertahankan panas tubuh sehingga sangat direkomendasikan sebagai bagian dari perlengkapan wajib pendakian.

Ya. Emergency blanket dirancang untuk memantulkan kembali panas tubuh sehingga dapat mengurangi kehilangan panas pada kondisi darurat. Namun, penggunaannya tetap harus disertai tindakan lain seperti mengganti pakaian basah, melindungi korban dari angin, dan segera melakukan evakuasi jika kondisi tidak membaik.

Sangat disarankan. Emergency blanket memiliki ukuran yang ringkas, bobot sangat ringan, dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi darurat. Membawanya dapat meningkatkan kesiapan pendaki, terutama saat mendaki gunung bersuhu rendah atau melakukan pendakian lebih dari satu hari.

Jangan memberikan minuman beralkohol, memanaskan tubuh secara ekstrem dengan api besar atau air yang terlalu panas, serta jangan membiarkan korban tetap mengenakan pakaian basah. Penanganan yang kurang tepat justru dapat memperburuk kondisi korban.

Ditulis oleh

Alif A. Zakaria

Pegiat alam terbuka yang hobi nulis dan ngulik kopi. Kecanduan hiking sejak tahun 2018 dan pernah aktif di Sispala. Sekarang lagi mendalami trail & road running serta menerapkan metode ultralight hiking.