Dulu saya pernah mendaki dengan kondisi meriang. Rasanya sungguh tidak nyaman!
Semasa kuliah dulu, saya pernah mengantar banyak sekali teman mendaki ke gunung Slamet. Total ada 17 orang dalam kelompok pendakian waktu itu.
Hampir menyaingi open trip, ya?
Dalam pendakian itu, kondisi tubuh saya tidak fit 100%, bahkan saya sempat kerokan sebelum berangkat menuju basecamp. Memang agak memaksakan.
Tapi apa daya, masa iya tuan rumah gak ikut. Walaupun aman, namun ketika mendaki rasanya sungguh tidak nyaman.
Semenjak kejadian ini, saya sadar bahwa menjaga kesehatan sebelum mendaki sangat penting.
Alasan Kenapa Kamu Harus Jaga Kesehatan Sebelum Mendaki

Mendaki gunung bukan sekadar wisata biasa, melainkan aktivitas fisik yang cukup intens. Jalur menanjak, medan berbatu, serta kondisi alam yang tidak terprediksi menuntut tubuh untuk berada dalam kondisi prima.
Tanpa persiapan fisik dan kesehatan yang baik, kamu bisa cepat kelelahan bahkan kehilangan konsentrasi. Resiko paling parah yang akan kamu hadapi adalah kematian. Saya gak nakut-nakutin, cuman bilang fakta aja.
Inilah alasan terbesar kenapa mendaki gunung jangan cuman fomo, tapi juga harus dibarengi dengan persiapan yang matang. Kebugaran tubuhmu juga harus diperhatikan dengan baik.
Karena, tubuh yang kuat dan bugar mampu beradaptasi lebih baik dengan perubahan ketinggian, kuat menggendong tas carrier, serta terhidrasi dengan baik. Memperhatikan kesehatan sebelum mendaki adalah kunci pendakian yang sukses.
Sukses artinya, kamu bisa pulang dengan selamat.
Baca Juga: Menguji Doa Ibu Untuk Anaknya
Cara Mudah Menjaga Kesehatan Sebelum Mendaki Gunung
1. Perhatikan Pola Makan
Cara menjaga kesehatan yang paling ampuh adalah dengan menjaga pola makan. Makan makanan bergizi akan memberikan nutrisi yang cukup untuk tubuh, sehingga tidak mudah lelah ketika mendaki nanti.
Terlalu sering memakan junk food akan beresiko fatal. Melansir dari website kemenkes, terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan meningkatkan resiko terserang penyakit kolesterol, diabetes, jantung, gagal ginjal, hingga kerusakan pada hati.
Mengerikan sekali bukan?
Oleh karena itu, sedari sekarang mulai latih tubuhmu untuk makan makanan yang sehat. Fokuslah pada karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah sebagai menu utama sehari-hari.
Karbohidrat kompleks dari nasi merah, oatmeal, atau ubi mampu memberikan energi tahan lama. Protein dari telur, ikan, atau daging ayam membantu memperbaiki dan membangun otot setelah latihan.
Kalau kebiasaannya sudah terbentuk, jangan jadikan mendaki gunung sebagai alasan untuk asal-asalan membawa logistik. Untuk panduan lengkap tentang logistik pendakian, kamu bisa membaca artikel ini: Cara Menentukan Logistik Pendakian agar Selamat saat Mendaki.
2. Menjaga Kualitas Tidur
Selain menjaga pola makan yang sehat dan teratur, tak kalah penting untuk kamu perhatikan adalah kualitas tidur. Tidur yang cukup akan membantu tubuhmu memulihkan energi dengan cepat.
Tak hanya itu, ketika kamu tidur banyak sel-sel tubuh yang beregenerasi dengan sel yang baru. Sehingga kesehatan tubuhmu akan terjaga dengan baik. Idealnya memang tidur dengan durasi 7 – 8 jam per hari.
Namun jika tidak bisa, kamu bisa mengejar kualitas tidur. Waktu tidur yang lama tidak selalu jadi patokan kamu istirahat dengan baik. Sehingga penting juga untuk memastikan kualitas tidurmu.
Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kualitas tidur. Mulai dari mengurangi screen time, hingga rutin berolahraga. Kamu bisa olahraga yoga untuk meningkatkan kualitas tidur. Ini 5 Gerakan Yoga untuk Meningkatkan Kualitas Tidur yang bisa kamu coba.
3. Memastikan Tubuh Terhidrasi dengan Baik
Kalau kamu udah makan-makanan sehat dan istirahat dengan cukup, jangan lupa untuk menjaga hidrasi tubuh.
Melansir dari BenchMark Physical Therapy, salah satu manfaat menjaga hidrasi tubuh adalah kinerja fisik yang meningkat. Sehingga nanti di jalur pendakian kamu tidak mudah lelah.
Menjaga hidrasi tubuh juga harus kamu lakukan ketika mendaki nanti. Tubuh yang kekurangan cairan akan menyebabkan mudah lelah, hingga kram otot. Jangan sampai kram otot menyerangmu.
Percaya atau tidak, kram otot adalah pembunuh mental nomor 1. Kebanyakan pendaki akan merasa tidak mampu menuntaskan perjalanan jika sudah kram. Apalagi jika berkepanjangan.
Rasanya luar biasa menyiksa!
Baca Juga: 10 Menu Makanan di Gunung yang Praktis dan Sehat!
4. Istirahat yang Cukup
Exited ketika akan mendaki boleh saja, wajar malah. Namun jangan sampai rasa senang ini membuatmu kurang istirahat. Istirahat yang cukup adalah faktor terpenting sebelum mendaki.
Saat saya drop, masalah terbesarnya adalah kurangnya istirahat. Sebagai tuan rumah, saya ingin tamu-tamu tidak kekurangan suatu apapun. Alhasil saya sibuk jemput, antar beli logistik, membuat rencana pendakian, hingga memastikan mereka istirahat dengan nyaman.
Akhirnya, 16 orang mendaki dalam kondisi yang fit, sementara saya kelelahan.
Siap Jaga Pola Makan dan Tidur Setelah ini?
Menjaga kesehatan adalah salah satu langkah penting yang wajib kamu lakukan sebelum pendakian gunung.
Namun perlu diingat, bukan satu-satunya cara untuk bisa pulang dengan selamat. Selain itu, kamu juga perlu melakukan latihan fisik sebelum mendaki.
Tujuannya adalah membiasakan otot-otot tubuh kamu bekerja lebih keras daripada sebelumnya. Untuk panduan latihan fisik sebelum mendaki, kamu bisa baca artikel ini: Panduan Latihan Fisik Sebelum Mendaki Gunung untuk Pemula.
Selamat bersiap-siap!
Pertanyaan Seputar Menjaga Kesehatan Sebelum Mendaki Gunung
Menjaga kesehatan sebelum mendaki sangat penting karena aktivitas ini membutuhkan kondisi fisik yang prima. Tanpa persiapan yang baik, pendaki berisiko mengalami kelelahan, cedera, hingga gangguan kesehatan seperti hipotermia atau altitude sickness.
Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain menjaga pola tidur, rutin berolahraga, mencukupi asupan nutrisi, serta memastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum berangkat. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu.
Idealnya, persiapan fisik dilakukan minimal 2 – 4 minggu sebelum pendakian. Latihan seperti jogging, hiking ringan, atau latihan beban ringan bisa membantu meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh.
Sebelum mendaki, konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, sementara protein membantu menjaga kekuatan otot selama pendakian. Kamu juga bisa menghitung logistik pendakian dengan Kalkulator Logistik & Kalori Gunung by Insanus Mlaku.
Ya, istirahat yang cukup sangat berpengaruh terhadap performa saat mendaki. Tidur 7 – 8 jam sebelum hari pendakian membantu tubuh lebih siap dan mengurangi risiko kelelahan di jalur.
Jika tidak menjaga kesehatan, pendaki bisa mengalami kelelahan ekstrem, dehidrasi, cedera, hingga gagal summit. Dalam kondisi tertentu, hal ini juga bisa membahayakan keselamatan diri dan tim.

