Ini dia tips memilih sepatu trail run yang tepat dan awet
Saat ini, banyak pendaki yang mulai melirik koleksi sepatu trail run untuk digunakan mendaki gunung. Sepatu trail run memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan desain yang bervariatif.
Tak heran jika banyak pendaki yang berpindah ke lain hati. Walaupun masih ada juga golongan pendaki yang wajib pakai sepatu gunung untuk mendaki.
Kalau kamu juga sedang mencari sepatu trail run yang kokoh, wajib baca artikel sampai selesai. Karena nanti kamu akan memperoleh informasi yang memudahkan proses pemilihan sepatu trail run.
Trail Running Vs Sepatu Hiking
| Aspek | Sepatu Trail Run | Sepatu Hiking |
|---|---|---|
| Konstruksi | Lebih ringan dan fleksibel untuk aktivitas cepat | Lebih kokoh dan tebal untuk pendakian berat |
| Fokus Penggunaan | Kecepatan, mobilitas, dan adaptasi medan | Stabilitas, durability, dan perlindungan kaki |
| Grip Sol | Didesain untuk grip cepat di berbagai permukaan tanah | Grip kuat dengan sol tebal untuk jalur berat dan berbatu |
| Upper | Tipis dan breathable sehingga nyaman untuk lari | Lebih keras dan tebal untuk perlindungan ekstra |
| Protection | Perlindungan terbatas saat terkena batu atau akar | Lebih aman dan melindungi kaki dari benturan |
| Ankle Support | Minim ankle support agar kaki lebih leluasa bergerak | Memiliki ankle support tinggi untuk menjaga kestabilan pergelangan kaki |
| Sensasi Penggunaan | Kaki terasa lebih ringan dan bebas bergerak | Terasa lebih berat, tetapi lebih safety dan stabil |
| Kekurangan | Lebih terasa sakit saat kaki terbentur batu atau akar | Bobot lebih berat dan kurang fleksibel untuk bergerak cepat |
Tips Memilih Sepatu Trail Run untuk Mendaki Gunung
1. Menentukan Karakteristik Medan Pendakian
Sebelum membeli sepatu trail run untuk mendaki gunung, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenali karakteristik jalur pendakian.
Setiap jalur pendakian gunung memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Misalnya, jalur pendakian berbatu memerlukan outsole dengan grip yang tajam.
Sementara jalur dengan lereng yang curam lebih membutuhkan sepatu dengan stabilitas tinggi. Selain medan, kamu juga perlu memperhatikan durasi pendakian.
Untuk pendakian singkat satu hari (tek tok), sepatu trail run yang ringan dan fleksibel mungkin sudah cukup.
Namun jika pendakiannya membutuhkan waktu berhari-hari, kamu harus lebih selektif memilih sepatu dengan bantalan yang lebih tebal. Sehingga bisa memberikan support yang baik ke kaki selamat pendakian.
Selain itu, kamu juga perlu melatih otot kaki kamu agar lebih kuat. Latihan yang dilakukan bisa menggunakan berat tubuh, atau bantuan alat seperti dumbbel, kettlebell, atau bahkan resistance band.
Kalau bingung gimana caranya, kamu juga bisa membaca panduan berikut ini: 7 Cara Melatih Otot Kaki di Rumah untuk Persiapan Naik Gunung.
2. Perhatikan Outsole Sepatu
Kekuatan cengkeraman outsole ditentukan oleh bentuk dan kedalaman lug (gerigi pada tapak). Jika kamu sering mendaki jalur yang licin, berlumpur, atau berair, pilih sepatu dengan lug yang dalam agar traksinya lebih kuat.
Sebaliknya, untuk jalur berbatu keras atau tanah padat, lug yang lebih dangkal dan rapat akan memberikan stabilitas sekaligus mencegah rasa cepat lelah saat melangkah.
Untuk lebih memudahkan kamu dalam memahami, berikut rincian yang harus kamu perhatikan tentang outsole sepatu ini:
Kedalaman lug:
- Lug/tapak yang dalam cocok untuk jalur lumpur, licin, atau berair.
- Lug/tapak yang sedang/dangkal cocok untuk jalur berbatu keras atau tanah padat.
Pola lug (pattern):
- Pola agresif memiliki ciri-ciri besar, menonjol dan berjarak lebar. Keuntungan dari pola tapak seperti ini adalah memberikan grip kuat di jalur ekstrem.
- Pola all-terrain memiliki ciri pola agresif dan dalam. Keuntungan tapak sepatu dengan pola ini adalah lebih cocok untuk berbagai kondisi jalur.
Material outsole:
- Outsole yang terbuat dari karet keras akan lebih tahan abrasi & awet.
- Karet lembut (sticky rubber) akan memberikan cengkeraman lebih kuat di permukaan licin, tapi cepat hilang gripnya.
3. Pertimbangkan Kenyamanan saat Menggunakan Sepatu
Sangat disarankan untuk membeli sepatu yang digunakan untuk mendaki gunung secara langsung.
Dengan begitu, kamu bisa mencobanya langsung di kaki dan menentukan sendiri kenyamanannya. Menggunakan sepatu yang kurang nyaman akan sangat menghambat pendakian dan beresiko cedera.
Perhatikan juga lebar sepatu, apakah sesuai dengan bentuk telapak kakimu. Selain itu jangan lupakan juga sistem tali yang ada pada sepatu trail run.
Detail kecil ini akan sangat berpengaruh saat mendaki nanti. Selama ini, masalah yang sering saya temukan adalah tali sepatu yang gampang kendor, atau bahkan lepas.
Kalau kamu punya sepatu yang seperti ini, sudah pasti bikin mood gak stabil. Karena ngiket tali sepatu terus-terusan itu bikin beta, loh.
Oiya, jangan lupa juga untuk menggunakan sepatu dengan ukuran 1 nomor lebih besar daripada ukuran yang biasa kamu pakai. Misalnya, kamu menggunakan sepatu dengan ukuran 42.
Ketika sepatu tersebut peruntukannya untuk mendaki, alangkah lebih baik jika kamu beli sepatu dengan ukuran nomor 43.
Langkah ini bertujuan untuk tetap memberikan ruang pada kaki saat turun gunung nantinya.
4. Pilih Desain & Warna Sepatu Trail Run yang Tepat
Masalah desain ini bisa sangat subjektif. Desain sepatu A yang menurut saya bagus, bisa jadi menurut kamu jelek. Namun apapun desainya, usahakan untuk memilih warna yang cerah.
Hindari sepatu yang berwarna hijau. Warna hijau terlalu mirip dengan warna dominan di medan pendakian. Pemilihan warna yang cerah ini juga bertujuan untuk antisipasi keadaan daruratnya.
Misalnya ada pendaki yang terjatuh ke jurang. Ketika warna sepatunya kontras dengan pepohonan di sekitar, tim SAR akan jauh lebih mudah menemukannya.
5. Sesuaikan dengan Budget yang Kamu Miliki
Yang terakhir adalah menyesuaikan dengan budget yang kamu miliki. Setelah kamu mengetahui 4 tips sebelumnya, saya berasumsi kamu memiliki beberapa rekomendasi sepatu trail run.
Berdasarkan rekomendasi tersebut, pilihlah yang sesuai dengan budget yang kamu miliki. Jangan terlalu memaksakan kehendak dengan berhutang kebutuhan yang konsumtif.
Lebih baik tunda lebih dulu, tabung lagi uangmu. Jika sudah terkumpul barulah beli. Atau kamu juga bisa berusaha mengerjakan side job untuk pemasukan tambahan.
Seperti menjadi affiliator, jual jasa, foto, atau apapun yang bisa menghasilkan uang tambahan. Atau kamu juga bisa membaca cerita saya menambah pundi-pundi uang agar bebas jalan-jalan.
Kesalahan Memilih Sepatu Trail Run untuk Mendaki Gunung
1. Terlalu Fokus pada Desain Sepatu
Masih banyak yang membeli sepatu trail run hanya berdasarkan desainnya keren atau tidak. Padahal, tampilan bukan faktor utama saat memilih sepatu untuk mendaki gunung.
Sepatu dengan desain menarik belum tentu cocok untuk karakter jalur yang akan dilewati. Misalnya, sepatu dengan outsole tipis mungkin terlihat stylish, tapi kurang aman digunakan di jalur berbatu atau licin.
Saat memilih sepatu trail run untuk mendaki, prioritaskan:
- Grip outsole.
- Kenyamanan.
- Stabilitas.
- Durability.
Nah, kalau kamu mau memilih desain atau warna. Saran penting dari saya, usahakan untuk tidak memilih warna hijau. Pemilihan gear mendaki yang kontras dengan warna hijau (vegetasi hutan) akan memudahkan pencarian apabila terjadi kondisi darurat.
2. Salah Memilih Grip dan Outsole
Kesalahan pendaki yang ingin membeli sepatu trail berikutnya adalah salah memilih grip dan outsole. Setiap sepatu trail run memiliki desain outsole dan lug yang berbeda.
Ada yang dibuat untuk jalur tanah padat, ada juga yang dirancang khusus untuk medan berlumpur atau basah. Kalau kamu memakai outsole dengan grip minim di jalur licin, risiko terpeleset akan jauh lebih besar.
Misalnya begini:
- Lug dangkal → kurang cocok untuk lumpur.
- Outsole terlalu keras → grip berkurang di batu basah.
- Pola tapak rapat → mudah menyimpan lumpur.
3. Memilih Ukuran Sepatu yang Terlalu Pas
Kesalahan yang sering dilakukan pendaki pemula adalah memilih sepatu trail run yang ukurannya benar-benar pas di kaki. Padahal saat mendaki dalam waktu lama, kaki biasanya akan membengkak akibat tekanan dan aktivitas terus-menerus di jalur.
Kalau sepatu terlalu sempit, jari kaki bisa terus tertekan saat turunan, menyebabkan kuku membiru bahkan sampai lepas, serta membuat kaki lebih mudah lecet.
Karena itu, tips terbaik untuk membeli sepatu trail ataupun mendaki adalah memilih sepatu sekitar setengah hingga satu nomor lebih besar. Dengan begitu jari kaki tetap punya ruang dan kaki terasa lebih nyaman selama perjalanan.
4. Cushioning Terlalu Tipis untuk Pendakian Panjang
Cushioning atau bantalan pada sepatu trail run punya peran besar dalam menjaga kenyamanan kaki selama perjalanan. Mayoritas pendaki tergoda memilih sepatu dengan bantalan tipis karena terasa ringan dan lebih responsif.
Padahal untuk pendakian panjang atau multi day hiking, cushioning yang terlalu minim bisa membuat telapak kaki cepat pegal dan nyeri. Apalagi saat membawa carrier berat, melewati jalur berbatu, atau trekking berjam-jam tanpa henti.
Karena itu, penting memilih bantalan sesuai kebutuhan aktivitas. Cushioning tipis lebih cocok untuk fast hiking atau untuk kamu yang sudah menerapkan ultralight hiking sepenuhnya.
Baca Juga: Panduan Ultralight Hiking untuk Pemula Secara Lengkap
5. Lupa Soal Stability dan Proteksi Kaki
Mayoritas pendaki yang hijrah dari sepatu hiking konvensional ke sepatu trail running karena ringan. Tidak salah, tapi jika hanya faktor ini saja yang diperhatikan maka kamu akan melakukan kesalahan yang sama dilakukan oleh banyak orang.
Karena itu, jangan cuma fokus pada bobot sepatu, tapi perhatikan juga fitur seperti toe protection, rock plate, dan heel stability agar langkah tetap aman dan stabil. Kalau kamu sering mendaki di jalur berbatu atau turunan ekstrem, sepatu dengan proteksi tambahan di bagian depan kaki dan support yang baik bakal terasa jauh lebih membantu sepanjang perjalanan.
Rekomendasi Sepatu Trail Runing Paling Worth It di 2026

| Nama Sepatu | Keunggulan | Kekurangan | Detail Produk |
|---|---|---|---|
| 910 Yuza Veloraptor | Grip agresif, ringan untuk speed hiking dan trail cepat, outsole Vibram, upper breathable | Protection kaki masih terasa minim di jalur berbatu ekstrem | Lihat Produk |
| Ortuseight SHKHARA | Harga cukup worth it, cushioning empuk, grip oke untuk pemula trail running | Stability belum sebaik sepatu trail premium | Lihat Produk |
| Ardiles Gerbera 2.5 | Salah satu sepatu trail running murah terbaik, ringan, nyaman untuk daily trail dan hiking ringan | Durability dan grip kurang optimal untuk jalur teknikal | Lihat Produk |
| Hoka Speedgoat 7 | Cushioning maksimal, grip sangat baik, nyaman untuk long run dan ultra trail | Harga cukup mahal untuk sebagian pelari | Lihat Produk |
| ASICS Trabuco Max 5 | Cushion tebal, stabil di berbagai medan, nyaman untuk recovery trail dan long distance | Bobot terasa lebih bulky dibanding sepatu trail race | Lihat Produk |
Jadi Mau Beli Sepatu Trail Run Apa, Nih?
Pada akhirnya, sepatu trail run yang cocok buat mendaki itu bukan yang paling viral atau paling mahal. Tapi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu di lapangan. Sesuaikan pilihan dengan karakter medan yang sering kamu lewati.
Apakah jalur tanah, bebatuan, hutan basah, atau trek campuran.
Jangan gampang ikut tren tanpa memahami fungsi sepatunya, karena setiap kaki dan gaya berjalan punya kebutuhan berbeda. Memang bobot sepatu yang ringan akan memudahkan kamu untuk melangkah, agar tidak mudah capek saat mendaki. Tapi bukan berarti mengabaikan keamanan diri sendiri.
Yang paling penting, prioritaskan kenyamanan, grip yang baik, dan rasa percaya diri saat melangkah, karena sepatu yang tepat bisa bikin pendakian terasa jauh lebih aman dan menyenangkan.
Semua keputusan itu kembali padamu, lebih suka mendaki dengan sepatu trail run atau sepatu gunung. Tetap ada plus dan minusnya.
Selamat mencari sepatu yang cocok ya konco mlaku!
Pertanyaan Seputar Tips Memilih Sepatu Trail Run untuk Mendaki Gunung
Ya, sepatu trail running bisa digunakan untuk mendaki gunung, terutama untuk jalur yang ringan hingga menengah. Sepatu ini unggul dalam bobot ringan, fleksibilitas, dan grip yang baik di berbagai medan tanah. Namun, untuk jalur ekstrem atau pendakian membawa beban berat, sepatu hiking tetap lebih unggul dalam perlindungan dan stabilitas.
Pilih sepatu trail run dengan grip agresif, cushioning yang nyaman, serta upper yang cukup kuat untuk melindungi kaki di jalur berbatu. Pastikan ukurannya sedikit lebih longgar agar kaki tetap nyaman saat turunan dan gunakan sepatu yang sesuai dengan karakter medan pendakian.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah terlalu fokus pada desain, memilih ukuran terlalu pas, serta menggunakan sepatu dengan grip yang tidak sesuai medan. Banyak juga yang memakai road running shoes untuk mendaki, padahal traksi dan perlindungannya jauh berbeda dibanding sepatu trail running.
Sepatu trail run cocok untuk pendaki pemula yang ingin bergerak lebih ringan dan nyaman di jalur. Namun, pemula tetap perlu menyesuaikan pilihan sepatu dengan kondisi medan, durasi pendakian, dan beban carrier agar kaki tetap aman selama perjalanan.
Sebelum membeli sepatu trail run, perhatikan grip outsole, kenyamanan cushioning, daya tahan upper, serta bentuk fitting di kaki. Selain itu, pilih sepatu sesuai jenis jalur yang sering dilalui, apakah lebih dominan tanah, bebatuan, atau jalur licin berlumpur.







