The Journey Start Here!

Cara Membuat Japanese Iced Coffee dengan V60

kan Mau tahu cara bikin Japanese iced coffee yang segar, clear, dan nikmat pakai V60? Baca artikel ini sampai habis, ya!

Minum kopi panas saat cuaca sedang terik-teriknya jelas bukan pilihan yang bijak. Di saat seperti ini, segelas es kopi adalah jawaban mutlak untuk mengembalikan kesegaran tubuh yang layu akibat panasnya udara.

Sialnya, kadang kita bosan dengan es kopi susu kekinian yang terlalu manis atau bikin enek. Kalau kamu mencari alternatif es kopi hitam yang rasanya fresh, ringan, tapi profil rasa kopinya tetap keluar dengan optimal, Japanese Iced Coffee adalah pilihan yang sempurna.

Apa itu Japanese Iced Coffee?

apa itu japanese ice kopi v60

Japanese iced coffee adalah metode penyeduhan kopi hitam dingin yang populer menggunakan teknik pour-over langsung di atas es batu.

Secara historis, tidak ada data pasti yang menunjukkan siapa orang pertama yang menciptakan gaya menyeduh kopi seperti ini. Namun, usut punya usut, inovasi ini masih ada kaitannya dengan masa setelah Perang Dunia II, di mana budaya minum kopi mulai diperkenalkan oleh Amerika Serikat dan berkembang pesat di Jepang.

Akan tetapi, perbedaan iklim dan kuatnya kebiasaan minum teh hijau (matcha) di sana membuat kopi panas kurang begitu populer di Jepang, terutama saat musim panas tiba. Melansir dari BBC, gelombang panas ekstrem di Jepang bahkan sempat mencatatkan suhu udara yang menyentuh angka di atas 40 derajat Celsius yang luar biasa terik.

Panas banget, kan? Kalau kamu berada di Jepang waktu itu, rasanya pasti bakal langsung menolak mentah-mentah kalau disodori kopi panas. Kondisi iklim yang menyengat inilah yang diasumsikan menjadi latar belakang lahirnya inovasi Japanese iced coffee yang kita kenal sekarang.

Baca Juga: Pengertian Green Bean Kopi dan Standar Kualitasnya

Keunikan Japanese Es Kopi

Salah satu keunikan utama dari Japanese brew ini adalah sensasi kesegaran dengan cita rasa yang sangat clear (bersih). Karakter ini didapatkan dari proses penyeduhannya yang unik dan berbeda jauh dengan metode cold brew.

Jika pada seduhan pour-over (seperti V60) biasa kopi panas menetes ke dalam server yang kosong, maka dalam pembuatan Japanese coffee kamu harus mengisi server tersebut dengan es batu terlebih dahulu. Jadi, setiap tetesan kopi panas yang terekstraksi akan langsung jatuh dan bereaksi dengan es di bawahnya.

Dahulu, ketika saya sempat menemani Pakde mengisi materi di salah satu kelas menyeduh kopi, metode ini juga ikut dibahas secara mendalam.

Barista yang memandu kelas saat itu menerangkan bahwa ketika hasil ekstraksi kopi dalam kondisi panas (suhu optimal penyeduhan) langsung bertemu dengan es batu, perubahan suhu yang drastis tersebut akan langsung mengunci (shock/lock) aroma dan profil rasa kopi dengan cepat.

Proses thermal shock inilah yang membuat cita rasa Japanese iced coffee begitu unik, kaya, dan aromatik!

Resep dan Panduan Menyeduh Japanese Iced Coffee Menggunakan V60

resep dan cara menyeduh japanese iced coffee

Resep ini saya gunakan saat menyeduh Japanese Iced Coffee menggunakan V60. Rasio ini menghasilkan kopi yang tetap memiliki aroma yang kuat, body yang cukup, dan rasa yang bersih meskipun langsung didinginkan menggunakan es batu.

Siapkan Alat & Bahan

  • V60 Dripper
  • Paper Filter
  • Gooseneck Kettle
  • Server
  • Timbangan Digital
  • Grinder
  • 20 gram biji kopi
  • 150 gram es batu
  • 150 gram air panas
  • Air yang sudah didiamkan selama 2 menit setelah mendidih.

1. Masak Air Hingga Mendidih

Agar proses menyeduh lebih efektif, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah merebus air hingga mendidih.

Saya biasanya mendiamkan air sekitar dua menit sambil membuka tutup gooseneck kettle agar panasnya lebih cepat turun. Cara sederhana ini membuat suhu air berada di kisaran 92 – 94°C tanpa perlu menggunakan termometer.

Menurut pengalaman saya, rentang suhu tersebut sudah ideal untuk menyeduh Japanese Iced Coffee karena mampu mengekstrak banyak profil rasa dengan optimal.

2. Giling Kopi dengan Tingkat Medium

Sambil menunggu air panas, kamu bisa menimbang biji kopi dan menggilingnya. Timbang biji kopi seberat 20 gram, lalu giling menggunakan medium grind atau tekstur yang menyerupai gula pasir.

Ukuran gilingan ini membantu menghasilkan ekstraksi yang seimbang sehingga karakter rasa kopi bisa keluar dengan optimal. 

Jika gilingan terlalu halus, air akan mengekstraksi kopi secara berlebihan dan menghasilkan rasa pahit yang dominan. Sebaliknya, gilingan yang terlalu kasar membuat proses ekstraksi kurang maksimal.

Citarasa kopi yang underekstrasi terasa tipis, asam, dan kehilangan kompleksitas rasanya. Karena itu, memastikan ukuran gilingan tetap konsisten menjadi salah satu kunci utama untuk menghasilkan Japanese Iced Coffee yang nikmat.

3. Bilas Paper Filter

Setelah air mendidih, pindahkan terlebih dahulu ke dalam gooseneck kettle. Kemudian kamu bisa langsung membasahi paper filter.

Saya lebih suka membasahi paper filter ketika air dalam kondisi mendidih, entah mengapa bau kertas lebih cepat hilang. Mungkin hanya perasaan saya saja. 

Sisa air panas yang ada di dalam teko leher angsa ini yang kamu diamkan selama 2 menit. Jika sudah dua menit, kamu bisa mulai menyeduh kopi.

Hario Paper Filter

Hario Paper Filter

Otten Coffee
Rp 44.000
Rating 4.9 Terjual 3RB+
Cek Harga Terbaru

Harga dan ketersediaan dapat berubah sewaktu-waktu.

4. Masukan Es Batu Kedalam Server

Setelah paper filter dibasahi, kamu bisa menyisihkan dulu V60 ke wadah lain, dan mulai memasukan es batu. 

Kamu perlu memasukan es batu seberat 150 gram, agar resep seduh ala Insanus Mlaku bisa di recreate dengan sempurna.

Jika es batu sudah masuk, pastikan untuk menekan tombol tare agar timbangan menjadi 0. Langkah ini akan memudahkan kamu untuk mengikuti resep ini.

5. Proses Pouring

Langkah yang paling penting adalah proses pouring. Resep yang saya ciptakan ini menggunakan 4 kali pouring dengan total pouring seberat 150 gram. Sehingga hasil akhir kopi nantinya 300 gram atau 1:15.

Interval pouring yang digunakan konsisten selama 30 detik. Untuk resep pouringnya silahkan ikuti pointer berikut:

  • Pouring pertama dilakukan untuk blooming menggunakan rumus 1:3 agar lebih soft dan rasa pahit cenderung berkurang. Itu artinya, kamu perlu menuangkan air sebanyak 60 gram.
  • Setelah 30 detik, tuang lagi air hingga hasil akhir di server seberat 100 gram.
  • Pouring ketiga dilakukan setelah total waktu seduh 1 menit dan kamu perlu menuang air hingga angka 125 gram. 
  • Setelah 30 detik, tuang air hingga 150 gram. Jika sudah, tunggu air di V60 habis.

6. Kopi Siap Disajikan

Setelah pouring selesai, jangan lupa untuk menggoyangkan atau memutarkan server berlawanan dengan arah jarum jam.

Langkah ini bertujuan untuk mencampurkan kopi dan juga membuat kopi lebih dingin dan merata. Jika sudah, kopi sudah siap kamu nikmati.

Kelebihan Japanese Ice Coffee

Bisa dibilang Japanese Iced Coffee menjadi menu yang cukup populer saat ini. Bahkan kamu tidak akan kesulitan memesan menu ini di kedai kopi.

Kalau kamu masih ragu untuk mencoba menu ini, berikut adalah kelebihan yang kamu dapatkan ketika menikmati secangkir kopi ala Jepang tersebut.

1. Menyegarkan Tenggorokan

Cuaca panas terik adalah waktu yang paling tepat menikmati menu ini. Kamu akan merasakan kesegaran luar biasa dengan rasa kopi yang unik.

Kamu akan merasakan kopi dengan citarasa yang ringan namun tanpa henti membuat lidahmu berdansa kegirangan.

Tubuhmu pun akan kembali segar setelah lemas diterpa cuaca panas. Japanese Iced Coffee adalah pilihan sempurna untuk me-recharge tubuhmu!

2. Proses Penyeduhan yang Cepat dan Sederhana

Untuk Menghasilkan secangkir kopi dingin ala Jepang, kamu tidak membutuhkan waktu yang lama.

Waktu yang kamu butuhkan sama seperti kamu menyeduh dengan V60. Bahkan cenderung lebih cepat.

Selain itu, kamu tidak memerlukan alat kopi tingkat tinggi ntuk menghasikan secangkir Japanese Iced Coffe.

Sebab, kamu bisa membuatnya dengan alat kopi yang kamu miliki dirumah. Jika kamu belum memiliki alat kopi sama sekali.
Berikut adalah daftar alat yang kamu butuhkan untuk membuat Japanese Iced Coffee dengan V60:

  1. Server Kopi
  2. Timbangan
  3. Teko Leher Angsa

Untuk timbangan sebetulnya opsional saja. Tapi kalau kamu masih dalam proses belajar menyeduh, timbangan adalah alat yang penting.

Sebab, kamu memerlukan perhitungan yang cukup presisi untuk menghasilkan secangkir kopi yang nikmat. Meskipun menyeduh kopi tidak selalu tentang matematika.

Tapi untuk konsistensi rasa, kamu perlu perhitungan yang jelas.

3. Mengeluarkan Citarasa Kopi dengan Optimal

Japanese Iced Coffee memungkinkan kamu mengeluarkan semua profil rasa yang tertera dalam biji kopi yang kamu seduh.

Misalnya saja ketika kamu menyeduh biji kopi Argopuro dengan cupping notes Jeruk, Pisang dan Gula Aren. Kamu berpotensi merasakan semua rasanya dengan Japanese Iced Coffee

Kekurangan Japanese Brew

Seterkenal apapun sajian kopi, pasti memiliki kekurangan. Setuju?

Oleh sebab itu, tak sebanding rasanya jika kamu tidak mengetahui kekurangan dari Japanese Iced Cofee. Berikut adalah kekurangan dari menu kopi ala Jepang tersebut.

1. Memerlukan Konsentrasi Tinggi

Untuk menghasilkan Japanese Iced Coffee yang nikmat, kamu memerlukan konsentrasi yang tinggi. Sebab, perhitungan es dalam server kopi dan proses penyeduhan harus dalam hitungan yang pas.

Salah sedikit saja, bisa berakibat pada hasil seduhan yang tidak sesuai harapan.Selain itu, kesalahan kecil dalam proses penyeduhan juga berakibat pada hasil kopimu nanti.

Karena kamu harus memperhatikan beberapa hal seperti:

  1. Rasio Kopi
  2. Profil Roasting
  3. Grind Size
  4. Suhu Air

Saya sering menciptakan japanese iced coffee dengan V60. Untuk hasil yang lebih maksimal, agaknya kamu perlu memahami kesalahan umum menyeduh kopi dengan V60.

Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan kopi dingin ala Jepang dengan baik.

Baca Juga: Nikmatnya Ngopi di Kawan Baru Cafe Bogor

2. Kurang Efisien untuk Skala Besar

Karena Proses penyeduhan yang mirip dengan pour-over, maka menghasilkan Japanese Iced Coffee kurang efisien.

Kamu perlu mengulangi prosesnya berulang kali, sebab sekali penyeduhan biasanya hanya untuk 2-3 orang saja. Itupun sedikit kurang puas ketika menikmatinya.

Perbedaan Antara Cold Brew dan Japanese Iced Coffee

Masih banyak yang salah kaprah mengani Cold Brew dan Japanese Ice Coffee. Meskipun memiliki hasil akhir yang sama, yaitu kopi dingin.

Namun keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan utamanya terletak dalam prosesnya. Cold brew membutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses ekstraksi.

Waktu paling sebentar untuk menghasil kopi hasil Cold Brew adalah 18 jam. Terdapat alat khusus untuk membuat kopi Cold Brew.

Sedangkan Japanese Iced Coffee membutuhkan waktu yang relatif singkat. Untuk menghasilkan Japanese Iced Coffee, kamu hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 lima menit.

Perbandingan waktu yang sangat jauh kan?

Jadi, Kapan Kamu Mau Nyeduh Kopi Ala Jepang ini?

nikmatnya hasil seduhan japanese iced coffee

Gimana? Udah mulai tertarik buat nyeduh kopi?

Saya gak bohong, secangkir Japanese Iced Coffee bakalan wort it banget buat kamu rasain. Apalagi, belakangan cuaca lagi panas-panasnya kan.

Setelah kamu nikmatin nih, rasanya langsung semua masalah dan beban kerja minggat sebentar. Semua anggota tubuh merefresh sendiri.

Dan yang paling penting, kita siap untuk menjalani sisa hari yang mungkin akan lebih berat.

Udah dulu ceritanya yaa … Masih banyak cerita lainnya dari Insanus Mlaku yang gak kalah seru dan menarik. Yuk eksplore bareng.

See you!

Pertanyaan Seputar Japanese Iced Coffee

Sangat disarankan menggunakan timbangan digital agar perbandingan kopi, air panas, dan es batu tetap presisi. Takaran yang tepat membantu menghasilkan rasa yang seimbang serta mencegah kopi menjadi terlalu encer atau terlalu pahit akibat kesalahan rasio.

Biji kopi arabika single origin dengan profil light hingga medium roast sangat cocok untuk Japanese Iced Coffee. Karakter rasa fruity dan acidity yang segar, seperti kopi dari Argopuro, Flores, atau Ethiopia, akan menghasilkan minuman yang lebih kompleks, bersih, dan menyegarkan.

Perbedaan utamanya terletak pada metode penyeduhan. Japanese Iced Coffee diseduh menggunakan air panas langsung di atas es batu sehingga proses ekstraksinya selesai dalam beberapa menit dan menghasilkan aroma yang lebih hidup. Sementara itu, cold brew menggunakan air dingin atau suhu ruang dengan waktu ekstraksi 12–24 jam sehingga menghasilkan rasa yang lebih halus dan tingkat keasaman yang lebih rendah.

Japanese Iced Coffee bisa terasa encer jika ukuran gilingan kopi terlalu kasar, jumlah air panas melebihi resep, atau rasio es batu tidak sesuai. Menggunakan grind size yang tepat dan menimbang seluruh bahan dengan akurat akan membantu menghasilkan rasa yang lebih seimbang dan konsisten.

Ditulis oleh

Alif A. Zakaria

Pegiat alam terbuka yang hobi nulis dan ngulik kopi. Kecanduan hiking sejak tahun 2018 dan pernah aktif di Sispala. Sekarang lagi mendalami trail & road running serta menerapkan metode ultralight hiking.