The Journey Start Here!

Kategori: Travelling Bali

Itinerary Satu Hari di Desa Wisata Penglipuran Bali yang Seru!

Liburan sendirian ke Bali dan bingung mau explore ke mana selain pantai dan Ubud yang udah biasa? Coba deh masukkan wisata ke Desa Penglipuran Bali ke dalam list kamu. Desa yang terletak di Bangli ini terkenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.

Ciri khas rumah tradisional yaitu bentuk atapnya sama dan gang-gang sempit yang jadi spot foto favorit pengunjung. Kalau ke sini, cocok juga buat kamu yang mau liburan satu hari aja. Suasananya hangat, pemandangannya indah, dan warga lokal yang ramah bakal bikin betah deh! Selain wisata desanya yang unik, kamu wajib tau juga sejarah dari desa ini.

Sejarah Terbentuknya Desa  Wisata Penglipuran di Bali!

Nama “Penglipuran” diambil dari kata “pengeling pura” yang artinya mengingat tempat suci leluhur. Dimana makna ini menjadi pedoman hidup bagi masyarakat yang tinggal di sana. Gak heran, nilai adat dan keagamaan yang dianut sangat kental dan dijaga hingga sekarang.

Selain itu, tata konsep desa ini juga punya keunikan tersendiri yang dikenal “Konsep Tri Mandala”. Konsep yang diterapkan karena desa ini terdiri dari 3 wilayah utama yaitu Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Bahkan, sebutan “Desa Terbersih” di dunia ini gak semata-mata terbentuk begitu saja. Penghargaan ini yang diberikan dari ISTA di tahun 2017 dan masuk ke dalam Top 100 Sustainable Destinations versi Green Destinations Foundation.

Sebagai solo traveller, menikmati liburan sambil menjaga kebersihan lingkungan bikin pengalaman jalan-jalan kamu terasa lebih bermakna. Gak sekadar lihat pemandangan cantik, tapi juga ikut merasakan filosofi hidup masyarakat Bali yang autentik.

Spot Wisata dan Aktivitas Seru di Desa Penglipuran Bali

Semakin tergugah kan untuk jalan-jalan ke Desa Penglipuran? Mulai dari gang utama yang super estetik, hutan bambu yang teduh, sampai warung lokal buat nyobain kuliner khas Bali sendirian tanpa canggung. Berikut beberapa spot dan aktivitas yang bisa kamu masukkan ke itinerary satu harimu di sini.

1. Belajar Budaya Lokal

Sebagai solo traveller, ini momen yang pas buat kamu memperkaya wawasan sambil menikmati waktu sendiri tanpa terburu-buru. Begitu masuk ke gerbang desa, kamu bakal disambut deretan rumah adat Bali yang seragam dan tertata rapi di sepanjang jalan utama.

Setiap rumah punya angkul-angkul atau gerbang kecil yang jadi ciri khas arsitektur Penglipuran. Kamu bisa jalan santai sambil ngobrol dengan warga lokal tentang filosofi Tri Hita Karana yang jadi pedoman hidup masyarakat di sini.

Sekadar duduk-duduk di pos kamling sambil mengamati aktivitas sehari-hari penduduk juga oke banget. Jangan lupa juga mampir ke Pura Penataran yang jadi pusat spiritual desa untuk melihat lebih dekat kehidupan religius masyarakat Bali.

2. Berkeliling di Hutan Bambu

Kalau kamu butuh spot buat healing sejenak dari hiruk pikuk kota, Hutan Bambu Penglipuran adalah jawabannya. Terletak di area belakang desa, hutan ini menawarkan suasana adem dan teduh dengan pepohonan bambu menjulang tinggi di kanan-kiri jalan setapak.

Cocok banget buat kamu yang solo traveling dan pengen momen me-time, entah itu jalan kaki pelan-pelan, duduk sambil dengerin suara angin di antara bambu, atau foto-foto dengan pencahayaan natural yang syahdu.

Waktu terbaik buat ke sini adalah pagi hari, saat udara masih sejuk dan pengunjung belum terlalu ramai, jadi kamu bisa menikmati suasana hutan dengan lebih tenang.

3. Mengunjungi Karang Memadu

Salah satu spot unik yang sayang buat dilewatkan adalah Karang Memadu, sebidang tanah kosong yang punya cerita sejarah menarik di baliknya. Dulunya, tempat ini digunakan sebagai lokasi pengasingan bagi pria yang melakukan poligami, sebagai bentuk sanksi adat dari masyarakat setempat.

Meski sekarang sudah tidak berfungsi seperti itu, Karang Memadu tetap dijaga sebagai bagian dari sejarah dan tata nilai desa. Buat kamu yang suka menggali cerita-cerita legenda, spot ini bisa jadi bahan dan insight baru tentang aturan adat di Bali.

4. Mencoba Kuliner Khas

Jalan-jalan seharian tentu bikin perut keroncongan, dan ini saat yang tepat buat kamu mencicipi kuliner khas Bali di warung-warung lokal sepanjang desa. Nggak perlu canggung makan sendirian, karena suasana desa yang santai dan bikin betah nongkrong sambil menikmati hidangan.

Coba cicipi loloh cemcem, minuman herbal khas Penglipuran yang menyegarkan, atau nikmati jajanan tradisional seperti tipat cantok dan jaje bali sambil duduk-duduk di pinggir gang.

Beberapa warung juga menyediakan kopi khas Kintamani yang cocok dinikmati sambil menyaksikan suasana desa yang tenang. Momen sempurna ini yang buat solo traveller pengen menikmati waktu sendiri dengan cita rasa lokal.

Lokasi, Aturan, Waktu Terbaik dan Biaya untuk Liburan di Desa Penglipuran

Alamat lengkap Desa Penglipuran: Jalan Penglipuran, Kubu, Bangli, Bali.

Aturan yang wajib ditaati:

  • Berpakaian sopan menutupi bahu dan lutut
  • Menggunakan selendang bila memasuki area suci
  • Batas wisata hanya boleh area publik dan rumah warga
  • Kendaraan beroda dua atau empat hanya boleh sampai pintu utama

Waktu terbaik untuk berkunjung: 08.00 – 10.00 dan 16.00 – 17.30 (lebih sepi).

Jam Operasional: 08.00 – 18.30 WITA.

Biaya tiket masuk: Rp 15.000 – Rp 50.000.

Kuliner: Mulai dari Rp 10.000 – Rp 50.000

Fasilitas: 

  • Area parkir
  • Toilet umum
  • Pusat informasi dan Pemandu lokal
  • Tempat ibadah
  • Pusat kuliner dan Pasar Pelipurlara
  • Toko suvenir
  • Penyewaan Pakaian Adat
  • Penginapan
Ditulis oleh

Chalara Natalia Gultom

Hobi jalan-jalan, foto-foto, lalu merangkum kisahnya jadi cerita manis. Pernah tersihir indahnya Bali, terpikat eksotisme Sumatera Utara, sampai keranjingan berburu hidden gem di sekitar Jakarta. Indonesia seindah itu, masa kamu di rumah aja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *