The Journey Start Here!

8 Daftar Desa Wisata di Bali Paling Unik dan Kaya Budaya!

Jujur, saya pernah nyesel liburan ke Bali karena salah pilih destinasi pelarian.

Niat awal ingin healing dari penatnya kota, eh malah stres terjebak macet berjam-jam. Dari kesalahan itu saya sadar, kalau saya benar-benar butuh ruang untuk napas. Terkadang, kita memang harus berani menepi dari keramaian dan mencari ketenangan, misalnya di desa wisata.

Selain memiliki ragam pantai yang terkenal, Bali juga menyimpan pesona desa wisata yang menarik untuk kamu jelajahi. Menjelajah wisata pedesaan Bali ternyata jadi obat yang paling manjur.

Ritme hidup di sana jauh lebih pelan, dan magis rasanya bisa ngobrol santai bareng warga lokal sambil menyeduh kopi Kintamani sehabis lari pagi di jalur trail pinggir sawah. Pengalaman otentik seperti ini yang bikin perjalanan terasa jauh lebih bermakna.

Daftar Desa Wisata di Bali yang Penuh Pesona

1. Desa Penglipuran

Terletak di kaki Gunung Batur, Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli yang merupakan desa terbersih di Bali. Tak heran jika ini mendapatkan penghargaan pariwisata bergengsi seperti Kalpataru dan ISTA. Karena, sekitar hampir seluruh area desa dipenuhi pagar tanaman yang buat udara segar dan pemandangan asri.

Selain kebersihan tempatnya, kuliner populer yang jadi daya tarik desa ini adalah tipat cantok dan loloh cemcem. Makanan tipat cantok dasarnya adalah ketupat dengan aneka sayuran rebus yang disiram bumbu kacang, sedangkan loloh cemcem adalah minuman unik khas Penglipuran yang terkenal dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.

Keunikan lainnya desa ini ada pada hutan bambu yang dijadikan warisan leluhur dan untuk menjaga keseimbangan alam. Ditambah dengan tata letak desa yang berlandaskan konsep Tri Mandala yakni cerminan filosofi kehidupan penduduk Bali yang selaras dengan alam dan spiritualitas. Terakhir, kamu bisa menikmati festival budaya tahunan yang menampilkan tarian Barong Ngelawang, parade pakaian adat, dan lomba-lomba tradisional.

Baca Juga: 10 Wisata Karang Asem Bali Paling Hits, Anti Zonk dan Bikin Betah!

2. Desa Sidetapa

Desa Sidetapa berlokasi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang juga menjadi wisata populer di Bali. Destinasi ini juga disebut sebagai Desa Tua atau Desa Bali Aga karena sudah ada sejak tahun 785. Bahkan rumah-rumah serta bangunan berdinding tanah liat dan beratap seng atau ijuk masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Keunikan desa ini adalah sebutan untuk rumah adat yaitu Bale Gajah Tumpang Salu. Artinya, Bale berarti tempat berlindung dan Tumpang Salu mengacu pada struktur bangunan bertingkat atau dibagi tiga bagian. Kebanyakan rumah disini tidak mengarah ke jalan raya karena jaman dulu dipercaya dapat menjaga privasi serta keamanan dari pengaruh luar.

Daya tarik lain dari desa Sidetapa yaitu kerajinan anyaman bambunya. Hingga membuat wisatawan lokal dan asing datang langsung untuk melihat proses dan hasil karya secara langsung. Disamping itu, desa ini masih mengadakan ritual dan tarian khas yang sulit ditemukan dari desa lain seperti tari rejang, pengabenan tradisional, tari jangkrang, hingga ritual sang hiyang gandrung.

3. Desa Bongkasa

Terletak di Kabupaten Badung yang memberikan suasana penuh keindahan alam khas Bali dan gak kalah menarik. Lokasinya tidak jauh dari Sungai Ayung sehingga desa ini tidak hanya menawarkan pemandangan bukit tapi juga pesisir sungai yang memanjakan mata.

Sungai Ayung menjadi daya tarik utama desa ini karena bentuknya yang berliku-liku seperti eseekor naga raksasa. Di sekitar sungai juga terbentang luas sawah subur gubuk-gubuk kecil di tengah ladang yang menjadi pemikat para wisatawan. Desa ini juga punya simbol budaya yang unik yaitu Batu Megong yang terletak di Pura Subak dan jadi bagian utama untuk ritual keagamaan desa ini.

Selain menikmati keindahan desa, kamu bisa melakukan aktivitas seru seperti arung jeram di Sungai Ayung. Spot ayunan yang memacu adrenalin karena di tengah lembahan dan pepohonan tropis yang tinggi. Menyusuri persawahan serta jalan desa yang asri menggunakan ATV.

Baca Juga: 10 Wisata Bedugul Bali Paling Hits dan Ramah Dikantong!

4. Desa Baha

Berlokasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang juga destinasi wisata unggulan di Bali. Nama Desa Baha sebelumnya yaitu Desa Baheng, namun namanya berubah selama masa kekuasaan Raja Cokorda Dimade karena penuh nilai budaya dan sprititual. Desa ini terkenal akan pemandangan hamparan sawah hijau yang menenangkan dan menyegarkan jiwa.

Tidak heran jika desa ini juga menjadi salah satu spot untuk trekking atau jogging karena suasananya yang tenang. Budaya Bali disini juga sangat terkenal seperti kegiatan membuat jerimpen yakni alat musik yang biasa digunakan untuk upacara adat. Kegiatan ini jadi salah satu alasan mengapa desa ini wajib dikunjungi. Tak hanya itu, pengalaman membuat jerimpen bisa membantu wisatawan semakin mencintai budaya lokal terutama generasi muda.

5. Desa Tenganan

Desa Tenganan terletak Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem masih terkenal akan budaya Bali yang kental. Aturan adat kuno (Awig-awig) dan Perang Pandan yang diadopsi dari adat Bali Aga menjadi daya tarik desa Tenganan. Salah satu desa yang masih cara atau gaya hidup dari jaman sebelum Kerajaan Majapahit.

Selain budaya lokal, tata letak desa ini sangat unik. Rumah-rumah di desa ini tersusun rapi di berundak dengan jalanan setapak yang khusus dibuat untuk pejalan kaki agar bebas dari kendaraan.

Selain itu, karya seni khas desa ini juga terkenal seperti seni ukir di atas daun lontar serta kerajinan tangan dari tanaman ate. Uniknya, ada tradisi Daha Mayunan yaitu ayunan kayu putar yang biasa dipertunjukkan saat upacara adat.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Gianyar Bali yang Paling Pas Buat Healing!

6. Desa Sidemen Karangasem

Desa Sidemen terletak di Kabupaten Karangasem, Bali Timur juga gak kalah bagus dari desa lainnya. Lokasi desa ini berada di lembah dengan pemandangan perbukitan hijau dan sawah bertingkat di sekililingnya. Ditambah ada Gunung Agung yang terkenal paling tertinggi dan sakral di Bali.

Sidemen juga terdapat sungai-sungai kecil yang mengalir kencang di antara lembah dan persawahan. Sehingga, biasa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seru seperti berjalan santai, berfoto ria, duduk menikmati ketenangan. Cocok untuk kamu yang ingin slow travel dan liburan untuk istirahat dari rutinitas atau tekanan sehari-hari.

Di samping itu, budaya lokal di desa ini terkenal akan kerajinan tenun kain menggunakan alat tradisional. Biasanya, kain tenun ini dibuat dengan berbagai motif-motif autentik. Bahkan, jadi wisata budaya untuk wisatawan yang tertarik dengan seni dan tradisi Bali.

7. Desa Trunyan

Berlokasi di Kecamatan Kintamani, Bangli yang terkenal dengan tradisi pemakamannya yang unik. Umumnya, manusia yang meninggal dunia dikubur dalam tanah atau dikremasi, sedangkan tradisi di desa ini justru membiarkannya di bawah pohon Taru Menyan. Tradisi ini disebut Mepasah dan pohon tersebut dipercaya warga desa bisa menghilangkan bau busuk.

Desa ini memang memberikan kesan yang misterius, namun hal unik tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun. Daya tarik desa ini gak cuman itu aja, Danau Batur jadi destinasi wisata utama jika berlibur ke desa ini. Di danau, kamu bisa berkeliling dengan menaiki perahu kayu tradisional. Menikmati pemandangan pegunungan hijau yang luar biasa disertai udara sejuk.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan!

8. Desa Batubulan

Desa Batubulan ini terletak di antara destinasi wisata lain seperti Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Sudah terkenal karena disebut sebagai pusat kesenian tari, ukiran dan patung. Nama desa ini berasal dari penemuan batu bercahaya layaknya bulan oleh Dewa Agung Kalesan. Hingga sekarang batu tersebut masih tersimpan rapi di Merajan Agung Batubulan.

Selain sejarahnya, desa ini aktif melestarikan budaya melalui tarian tradisional khas Bali. Tarian yang paling dikenal adalah Tari Barong, Keris, Kecak, dan Legong. Hampir setiap hari diadakan untuk ritual keagamaan yang bisa juga disaksikan oleh wisatawan. Karya seni ukiran dan patung dari batu padas atau paras putih juga banyak menghiasi tiap bangunan di desa ini.

Tips Nyaman Eksplorasi Desa Wisata di Bali

Sebelum kamu berangkat, ada beberapa hal teknis yang sering luput disiapkan oleh pemula. Berdasarkan pengalaman saya bolak-balik blusukan ke kawasan pedesaan, ini beberapa tips biar perjalananmu makin maksimal dan bebas ribet:

1. Terapkan Prinsip Ultralight

Gak usah bawa tas berlebih apalagi koper kaku. Cukup bawa daypack berkapasitas 15-20L berisi barang esensial seperti jas hujan ringan, tumbler, dan P3K dasar. Makin ringan bawaan, makin gampang kamu bermanuver di jalanan desa atau pematang sawah yang sempit.

2. Pakai Alas Kaki Bertapak Kasar

Tinggalkan sneakers putih kesayanganmu di penginapan. Medan di desa seringkali didominasi tanah basah, paving berbatu, atau undakan lumut. Pakai sepatu trail run atau sandal gunung dengan grip yang mumpuni agar kamu aman dari risiko terpeleset.

3. Pahami Aturan Adat Istiadat Setempat

Setiap desa punya aturan lokal yang wajib kita hormati. Misalnya, ada kawasan suci yang dilarang difoto atau keharusan memakai selendang (senteng) saat masuk area pura. Selalu posisikan diri sebagai tamu yang sopan dan jangan ragu bertanya ke warga sekitar.

4. Bawa Alat Seduh Kopi Portabel

Percayalah, tingkat healing kamu akan naik drastis kalau bisa ngopi enak di tengah alam. Kalau mau sedikit effort, menyelipkan dripper plastik atau Aeropress di dalam tas jelas jadi pilihan yang seru.

Menyeduh kopi sambil melihat kabut turun di desa itu rasanya seperti kemewahan yang susah didapat di kota. Tapi, kalau kamu tipe praktis yang nggak mau pusing bawa timbangan dan alat seduh, jalan ninjanya adalah bawa drip bag coffee. Tetap enak, enteng, dan tinggal tuang air panas.

Insanus Mlaku Drip Bag: Arabika Flores

Insanus Mlaku Drip Bag: Arabika Flores

Rp 12.500 Rp 15.500
Bawa Buat Teman Jalan

Harga dan ketersediaan dapat berubah sewaktu-waktu.

Siap Menepi ke Desa Wisata di Bali? Ini Sedikit Pesan Saya!

suasana di desa wisata bali

Sebelum kamu mulai packing, saya mau share satu kesalahan bodoh yang dulu sering saya lakukan saat awal-awal blusukan ke pedesaan: bawa barang terlalu banyak dan salah pilih alas kaki.

Ingat, medan di sini seringkali berupa jalan setapak, undakan berbatu, atau pinggiran sawah. Daripada punggung dan kakimu tersiksa, cobalah bawa barang secukupnya ala ultralight, dan pastikan pakai sepatu trail atau sandal gunung yang proper agar langkahmu tetap nyaman.

Menikmati pesona desa wisata di Bali itu pada akhirnya bukan cuma soal dapet foto yang estetik, tapi soal memberi jeda untuk diri sendiri. Ambil waktu buat pelan-pelan ngobrol sama warga lokal, hirup udara pagi, dan nikmati seduhan kopimu tanpa harus buru-buru mengecek notifikasi pekerjaan di HP.

Gimana, sudah ada bayangan mau mengasingkan diri ke desa yang mana akhir pekan nanti?

Pertanyaan Seputar Desa Wisata Bali

Akses transportasi umum menuju beberapa desa wisata di Bali masih cukup terbatas, terutama untuk desa yang berada jauh dari pusat kota. Menyewa sepeda motor bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan fleksibel karena kamu lebih mudah menjangkau jalan-jalan kecil di kawasan pedesaan.

Pagi hari sekitar pukul 06.00 – 08.00 WITA menjadi waktu yang ideal untuk menjelajahi desa wisata di Bali. Udara masih sejuk, suasana lebih tenang, dan cocok untuk jalan santai, trekking ringan, atau menikmati pemandangan persawahan. Jika ingin mengeksplorasi area outdoor, sebaiknya hindari periode hujan deras karena beberapa jalur bisa menjadi licin.

Ada. Beberapa desa wisata di Bali sudah menyediakan homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat lokal. Menginap di homestay bisa menjadi pilihan menarik untuk kamu yang ingin merasakan suasana pedesaan sekaligus berinteraksi lebih dekat dengan warga dan melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Warung makan lokal biasanya cukup mudah ditemukan di sekitar desa wisata, terutama yang menjual makanan khas seperti nasi campur dan jajanan tradisional. Namun, pilihan coffee shop specialty atau kedai kopi modern mungkin masih terbatas. Jika ingin tetap ngopi selama perjalanan, kamu bisa membawa alat seduh manual berukuran compact atau drip bag coffee.

Biaya masuk desa wisata di Bali cukup beragam tergantung destinasi dan fasilitas yang tersedia. Sebagai gambaran, beberapa tempat mengenakan tiket atau retribusi sekitar Rp15.000 – Rp50.000 per orang. Sebelum berkunjung, sebaiknya cek informasi terbaru karena tarif dapat berubah sesuai kebijakan pengelola masing-masing desa wisata.

Ditulis oleh

Chalara Natalia Gultom

Hobi jalan-jalan, foto-foto, lalu merangkum kisahnya jadi cerita manis. Pernah tersihir indahnya Bali, terpikat eksotisme Sumatera Utara, sampai keranjingan berburu hidden gem di sekitar Jakarta. Indonesia seindah itu, masa kamu di rumah aja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *