The Journey Start Here!

Materi Bivak: Pengeritan, Jenis-jenis, dan Cara membuatnya

Pelajari materi bivak berikut ini sebagai persiapan diri menghadapi kemungkinan terburuk sewaktu mendaki gunung.

Seorang pegiat alam bebas haruslah memahami resiko dari kegiatan yang ditekuninya, tersesat di alam bebas mungkin adanya. Sehingga membekali diri dengan berbagai ilmu Survival sangat penting.

Kegiatan yang minim perencenaan dan berisikan anggota yang tidak memiliki wawasan yang cukup, sama saja bunuh diri. Atau minimal sekali, menyusahkan diri sendiri. Nah, ketika nanti kamu tersesat hal pertama yang harus dibuat adalah tempat istirahat sementara.

Tempat ini akan melindungi kamu dari segala marabahaya sembari menunggu pertolongan tim SAR atau kamu yang menemukan jalan keluar. Bekali diri kamu dengan pengetahuan pembuatan bivak atau tempat tinggal sementara.

Pastikan kamu baca sampai habis artikel ini agar paham gimana cara buatnya serta pemilihan lokasi yang aman.

Apa itu Bivak?

Bivak diambil dari bahasa perancis Bivouac yang memiliki arti tempat berlindung sementara (darurat) di alam bebas dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, dan angin.

Jadi intinya bivak adalah tempat berlindung sementara yang akan menyelamatkan hidup kita tatkala kondisi darurat menimpa.

Menariknya, alam sebenarnya sudah menyediakan bivak secara alami, seperti cerukan batu, bawah pohon besar, atau lekukan tanah yang terlindung. Namun dalam kondisi tertentu, kita tetap dituntut untuk kreatif memanfaatkan perlengkapan mendaki yang dibawa.

Peralatan seperti jas hujan, flysheet, atau bahkan trash bag bisa diubah menjadi tempat berlindung darurat. Karena di gunung, situasi bisa berubah cepat, sehingga kemampuan adaptasi dan berpikir cepat pendaki sangat penting untuk menunjang keberlangsungan hidup.

Jenis-Jenis Bivak

1. Bivak Alam

Bivak alam adalah tempat berlindung darurat yang sepenuhnya memanfaatkan material yang tersedia di alam tanpa bantuan alat modern. Jenis bivak ini sering digunakan dalam kondisi survival ketika tidak membawa tenda atau perlengkapan lengkap.

Contohnya seperti memanfaatkan gua atau ceruk di tebing sebagai tempat berlindung. Sebelum menggunakannya sebagai shelter darurat, pastikan untuk menyisir area tersebut sudah aman dari binatang liar atau gas berbahaya.

Selain itu, batang pohon tumbang juga bisa dijadikan rangka alami untuk melindungi tubuh dari angin dan hujan. Bivak juga bisa dibuat dari susunan ranting dan daun yang dirangkai menyerupai atap pelana (A-frame), menggunakan daun lebar seperti pisang hutan atau palem agar lebih tahan air.

Gampangnya begini, bivak alam menuntut kreativitas kamu dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan memanfaatkannya sebagai alat bertahan hidup.

2. Bivak Buatan

Berikutnya ada bivak buatan yang merupakan tempat perlindungan darurat yang dibuat menggunakan perlengkapan yang memang sudah kamu persiapkan.

Shelter jenis ini paling sering digunakan oleh pendaki karena lebih praktis, ringan, dan bisa disesuaikan dengan kondisi medan. Salah satu yang paling sering dipakai adalah poncho atau flysheet.

Alat tersebut nanti akan dibentuk menjadi model lean-to (satu sisi miring) atau A-frame (seperti tenda segitiga) untuk melindungi dari hujan dan angin.

Namun kalau area mendirikan shelter banyak pepohonan, akan lebih baik kamu menggunakan hammock. Nanti diatasnya tingal di pasang flysheet sebagai atap. Tidur di hammock juga bisa melindungi kamu dari suhu dingin akibat tanah yang basah atau ancaman hewan.

Baca Juga: Logistik Darurat Pendakian: Apa Saja yang Wajib Ada di Carrier

3. Bivak Semi Alam

Jenis bivak yang terakhir adalah gabungan dari kedua jenis bivak sebelumnya. Shelter semi – alam adalah jenis tempat berlindung yang menggabungkan bahan buatan dengan material alami di sekitar.

Idenya sederhana, memanfaatkan apa yang ada di alam untuk struktur utama, lalu diperkuat dengan perlengkapan yang kamu bawa. Misalnya, kamu menemukan sebuah pohon tumbang yang kayunya masih kokoh.

Nah, kamu bisa memanfaatnya sebagai tiang dengan konstruk A-fram kemudian ditutup menggunakan poncho atau flysheet sebagai atap agar tahan dari hujan dan angin. Cara ini cukup populer karena lebih fleksibel, ringan dibawa, dan bisa disesuaikan dengan kondisi lokasi bivak.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan batu sebagai dinding penahan angin, lalu menutup bagian atasnya dengan flysheet untuk perlindungan maksimal.

Untuk alasnya, kamu bisa memanfaatkan daun kering, pakis, atau rumput sebagai alas alami agar dingin dari tanah bisa berkurang. Kombinasi ini membuat bivak tetap hangat, cukup aman, dan nyaman untuk beristirahat.

Hal-hal yang Harus diperhatikan ketika mendirikan Bivak

navigasi darat

Ketika kita ditimpa kondisi darurat di alam bebas. Hal pertama yang harus kita pikirkan adalah melindungi diri dari berbagai ancaman.

Entah itu serangan hewan buas, serangan tanaman liar, atau bahkan suku pedalaman. Maka dari itu kita harus mendirikan tempat berlindung segera mungkin.

Agar mendirikan bivak jauh lebih efektif dan efesien, kami telah merangkum beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mendirikan bivak.

1. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi mendirikan bivak sangat berpengaruh pada keselamatan kita. Karena lokasi ini nantinya yang akan kita jadikan sebagai tempat untuk melindungi diri selama keadaan darurat belum bisa kita atasi.

Agar tempat perlindungan kita jauh lebih efektif dalam menjaga keselamatan kita. Maka hindarilah pendirian bivak di rute hewan lewat. Jika kita tetep bersikekeh untuk mendirikan bivak di rute hewan lewat, maka hal yang buruk mungkin saja bisa terjadi.

Entah nanti kita akan diterkam oleh predator hewan tersebut, atau kita yang diserang, atau malah bivak kita yang diluluh lantahkan.

Selain harus menghindari rute hewan hutan, kita juga harus menjaga jarak dari aliran air. Kita tidak tahu akan ada kejutan apa yang diberikan oleh alam kepada kita.

Maka untuk meminimalisir terjangan banjir yang mungkin saja bisa terjadi kapanpun, kita juga menghindari pertemuan langsung dengan predator yang kehausan dan sedang mencari air.

Baca Juga: 10 Gunung Paling Angker di Indonesia Favorit Pendaki

2. Bahan-bahan yang digunakan

Bahan-bahan yang akan kita gunakan untuk membuat bivak akan menentukan sebarapa kuat dan kokohnya bivak kita nanti.

Kalau kita kurang peduli dalam memanfaatkan bahan-bahan untuk membuat bivak, shelter yang harusnya aman malah bisa jadi mengancam.

Pilihlah bahan yang memiliki ketahanan yang cukup tangguh. Seperti pemilihan batang kayu yang masih kokoh sebagai rangka dari bivak yang akan kita tempati nantinya.

3. Rangka Bivak

Selain jenis bivak yang telah saya sebutkan tadi, bivak juga terdiri dari beragam rangka. Rangka-rangka yang ada ini memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri.

Rangka bivak yang paling umum digunakan adalah bivak rangka A dan juga bivak dengan rangka kerucut. Bivak dengan rangka kerucut ini terinspirasi dari tempat tinggal suku indian.

Bivak dengan rangka A memiliki berbagai macam inovasi yang dilakukan oleh para survivor. Dari segi pembuatan, bivak rangka A tergolong bivak yang mudah untuk dibuat. Kita hanya perlu mencari satu batang sebagi penopang secara keseluruhan dinding yang akan kita bangun.

Tips Membuat Bivak

api unggun di perkemahan

Kalau kamu masih kesulitan dan bingung bagaimana cara mendirikan bivak, mungkin beberapa tips ini akan membantu.

  1. Dirikan bivak pada tempat yang terlindung dari paparan angin secara langsung. Hal ini bertujuan untuk memanjangkan umur dari bivak yang kita buat, sehingga bivak ini mampu bertahan hingga kita keluar dari kondisi darurat yang tengah dihadapi.
  2. Dirikan bivak pada tempat yang rata dan kering. Hal ini bertujuan untuk membangun rasanya nyaman dan aman kita selama tinggal di dalam bivak.
  3. Jika kita terpaksa membuat bivak ditempat yang kurang rata dan sedikit lembab, usahakan diberikan alas agar tubuh kita tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Ketika malam, suhu yang naik dari tanah akan terasa sangat dingin.
  4. Dirikan bivak pada tempat yang jauh dari pohon yang lapuk. Hal ini bertujuan agar bivak yang kita buat tidak rusak tertimpa reruntuhan pohon.
  5. Dirikan bivak pada tempat yang dekat dengan sumber air. Hal ini bertujuan agar kita tidak terdehidrasi. Banyak yang bilang, manusia itu mampu bertahan hidup 3 hari bahkan lebih tanpa makanan. Tapi tidak dengan air.
  6. Buatlah parit-parit yang mengelilingi bivak kita. Hal ini bertujuan untuk mengalirkan air bekas hujan agar tidak masuk kedalam bivak yang mungkin akan mengganggu kenyamanan dan keamanan kita.

Gimana? Udah ngerti kan Sekarang, Bivak Itu Apa?

Itulah penjelasan tentang materi bivak yang harus kamu ketahui. Yang terpenting adalah ketika kamu membuat bivak pastikan bahwa nantinya tempat tinggal sementara itu bisa melindungi kamu.

Perhatikan juga tempat-tempat untuk mendirikan bivak, jangan sampai lokasi yang kamu pilih malah mengundang bahaya.

Terkhir nih, jangan lupa untuk terus berlatih. Karena kita gak pernah tau, kapan kondisi buruk menimpa. Jadi, selalu siap sedia kapanpun, dan dimanapun adalah pilihan terbaik.

Udah dulu ceritanya yaa … Masih banyak cerita lainnya dari Insanus Mlaku yang gak kalah seru dan menarik. Yuk eksplore bareng.

See you!

Pertanyaan Seputar Pembuatan Bivak


>Bivak adalah tempat perlindungan darurat yang dibuat oleh pendaki ketika tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan atau mendirikan tenda. Bivak biasanya dibuat dari bahan seadanya seperti jas hujan, flysheet, atau material alam di sekitar.

Bivak biasanya dibuat saat kondisi darurat, seperti kelelahan, cuaca buruk, tersesat, atau ketika hari sudah terlalu gelap untuk melanjutkan perjalanan. Tujuannya adalah untuk menjaga keselamatan dan bertahan sementara di alam terbuka.

Beberapa jenis bivak yang umum digunakan antara lain bivak alam (menggunakan ranting dan daun), bivak ponco atau jas hujan, bivak flysheet, serta bivak menggunakan emergency blanket. Pemilihan jenis bivak tergantung kondisi dan perlengkapan yang dibawa.

Untuk membuat bivak yang aman, pilih lokasi yang terlindung dari angin dan tidak rawan longsor atau aliran air. Gunakan bahan yang tersedia untuk menutup tubuh dari hujan dan angin, serta pastikan posisi tidur tetap hangat dan kering.

Agar tetap hangat, gunakan lapisan tambahan seperti jaket atau daun kering sebagai alas. Hindari kontak langsung dengan tanah, dan usahakan posisi bivak tidak terkena angin secara langsung. Jika memungkinkan, buat bivak di dekat vegetasi sebagai penahan angin.

Bivak tidak sepenuhnya bisa menggantikan tenda karena sifatnya hanya sebagai perlindungan darurat. Namun, dalam kondisi tertentu, bivak bisa menjadi solusi sementara untuk bertahan di alam terbuka.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *