The Journey Start Here!

Menikmati Senja di Danau Cipondoh

Senja di Danau Cipondoh sungguh memikat hati ini.

Kadang perjalanan paling berkesan justru datang dari rencana yang berantakan. Kala itu saya sama sekali tidak berniat mencari tempat wisata di Tangerang. Tujuan utama saya cuman mau benerin handphone yang mulai rewel dan susah diajak kompromi.

Awalnya saya berencana pergi bersama pacar, ya harapannya sih sekalian quality time. Namun semesta ternyata punya cerita lain. Orang yang akhirnya menemani saya justru seorang sahabat dengan julukan “Kuple”.

Kuple adalah orang yang paling susah untuk menolak ajakan travelling, diajak kemana aja ayok. Di tengah perjalanan menuju tempat service HP itulah semuanya berubah.

Mata kami tiba-tiba tertuju pada sebuah danau yang terlihat tenang dari pinggir jalan. Cukup memikat, dan ingin rasanya menikmati danau tersebut dengan lebih kusyu.

Ple, abis service hp, kita nongkrong dulu di Danau yang tadi, yok! Aman gak?

Aman lif, gas aja. 

Dan itulah awal dari cerita kami menikmati danau yang bahkan tapi tak tahu namanya.

Perkenalan dengan Danau Indah Pinggir Jalan

Setelah memarkirkan motor, dan bertanya pada juru parkir. Barulah kita tahu kalau danau ini namanya adalah Danau atau Situ Cipondoh. Lokasi Danau Cipondoh berada di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Danau atau situ ini punya akses jalan yang bagus, kamu bisa nongkrong kesini dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi umum. Lokasinya yang berada di jalur utama penghubung Tangerang dan Jakarta sangat memudahkan akses kendaraan.

Jika kamu membawa motor atau mobil, akses jalannya sudah bagus dan tersedia area parkir di sekitar danau. Sementara untuk pengguna transportasi umum, kamu bisa memanfaatkan angkot maupun Transjakarta yang melintas di kawasan Cipondoh.

Area sekitar danau juga terbilang ramai karena dekat dengan permukiman warga, pusat kuliner kaki lima, warung kopi, taman wisata air, hingga kantor Kecamatan Cipondoh. Yang paling syahdu dari danau ini adalah suasana saat sore hari, rasanya Adem banget.

Apalagi kalau waktu matahari terbenam sudah makin dekat. Bias jingga diangkasa akan sangat indah untuk dipandang. Percayalah, kamu pun akan menolak untuk berkedip.

Baca Juga: Liburan ke Pontianak? Waterfront City Wajib Masuk List Kamu!

Senja di Danau Cipondoh

danau cipondoh saat menjelang senja

Setelah sampai di lokasi parkirnya, kami dikenakan biaya parkir sebesar Rp 3.000 untuk sepeda motor, kalau Mobil Rp 5.000. Awalnya kami ragu bisa menikmati terbenamnya matahari setelah seharian menunaikan tugasnya menyinari dunia.

Namun, keraguan kami dibantahkan oleh mas yang menjaga lokasi parkir itu. Dia berkata, “bisa banget mas, liat senja dari sini. Bagus lagi!“.

Kami harus menunggu beberapa saat lagi untuk bisa menikmati proses terbenamnya matahari. Sembari menunggu, menikmati semangkuk es buah seharga Rp 10.000 rasanya bisa jadi pilihan.

Tak terasa es buah itu telah habis, serta meninggalkan jejak kebahagiaan dalam lubuk hati kami. Sama sepertia ‘dia’ yang telah berhasil membuat saya merasa bahagia.

Detik-detik berikutnya kami habiskan dengan membual mengenai rencana pendakian ke gunung-gunung yang ada di Nusantara serta perlengkapan apa saja yang harus kami beli ataupun Upgrade.

Namanya juga membual, hingga tulisan ini diperbeharui semua obrolan kala itu tak ada satu-pun yang terlaksana.

Tepat pukul 17:15 kami menuju tepian danau untuk melihat proses terbenamnya matahari. Sepanjang pinggiran danau, kami dapati tumpukan eceng gondok dari yang masih segar hingga yang sudah layu. Semuanaya ada, lengkap sekali.

Baca Juga: Pantai Bodur: Spot Sunset Terbaik di Tanjung Lesung

Hamparan Eceng Gondok yang Melimpah di Pinggir Danau

Eceng gondok merupakan tumbuhan yang mudah ditemui di lokasi perairan. Ia bisa memberikan dua hal sekaligus, estetika dan kematian. Coba bayangkan, jika Eceng Gondok ini memenuhi danau itu, pasti akan terlihat hijau laksana padang rumput.

Tapi disisi lain, hal itu berarti jutaan kehidupan dibawah airnya harus mati. Karena sulitnya sinar matahari dan oksigen memasuki. Untungnya, eceng gondok ini sudah dalam kondisi dikendalikan.

Karena ada banyak sekali eceng gondok di pinggir Danau, dan dari tempat inilah kami membuat sebuah dokumentasi alakadarnya. Kami merekam terbenamnya matahari dengan fitur timelapse. 

Selepasnya kami mengisi perut yang sedari tadi sudah keroncongan di salah satu warung kaki lima khas lamongan disekitaran danau.

Bermodalkan Rp 21.000 kami sudah bisa mendapatkan menu lele goreng dengan minum teh manis hangat super nikmat.

Urusan perut telah selesai, kami-pun segera melihat hasil dokumentasi yang sempat kami ambil tadi, baik itu foto atau vidio timelapse. Saya menyuruh kuple untuk mengedit hasil vidio timelapse dengan backsound yang menenangkan.

Intinya begini, jangan pernah takut untuk eksplor tempat yang belum kita datangi. Karena pasti ada cerita unik disetiap perjalanannya, dan cerita unik itulah yang diceritakan hari ini.

Pertanyaan Seputar Danau Cipondoh

Danau Cipondoh berada di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Lokasinya cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dari Jakarta dan sekitarnya.

Daya tarik utama Danau Cipondoh adalah suasana senjanya yang tenang dan romantis. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan danau, kuliner sekitar, serta aktivitas santai seperti duduk di tepi danau atau menikmati suasana sore bersama teman dan keluarga.

Waktu terbaik menikmati Danau Cipondoh adalah menjelang sore hingga matahari terbenam. Pada waktu ini suasana terasa lebih sejuk dan langit senja biasanya terlihat lebih indah untuk dinikmati maupun diabadikan dalam foto.

Ya, Danau Cipondoh cocok untuk healing ringan karena suasananya cukup tenang dan jauh dari hiruk pikuk pusat kota. Tempat ini sering dijadikan lokasi santai untuk melepas penat setelah aktivitas sehari-hari.

Biaya masuk Danau Cipondoh biasanya cukup terjangkau, tergantung area dan fasilitas yang digunakan. Pengunjung umumnya hanya perlu menyiapkan biaya parkir atau tiket masuk ringan untuk menikmati area sekitar danau.

Ditulis oleh

Alif A. Zakaria

Pegiat alam terbuka yang hobi nulis dan ngulik kopi. Kecanduan hiking sejak tahun 2018 dan pernah aktif di Sispala. Sekarang lagi mendalami trail & road running serta menerapkan metode ultralight hiking.

4 thoughts on “Menikmati Senja di Danau Cipondoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *