The Journey Start Here!

6 Tips Memilih Tas Carrier untuk Pemula

Bingung cari carrier buat naik gunung? Ini dia tips memilih tas carrier untuk pemula biar awet!

Tas carrier adalah salah satu alat mendaki gunung yang harus dimiliki oleh setiap pendaki. Walaupun ada opsi menyewa, akan lebih baik jika kamu punya. Karena carrier yang sesuai dengan tubuhmu akan jauh lebih nyaman, dan pendakian jauh lebih menyenangkan.

Sementara jika menyewa, belum tentu dapat yang bagus. Oleh karena itu, memilih tas carrier tidak bisa sembarangan.

Salah sedikit saja, mungkin kamu tidak akan nyaman menggunakannya. Biar gak salah, pelajari 6 tips memilih tas carrier berikut ini.

Tips memilih Tas Carrier untuk Pemula

tips membeli tas carrier

1. Pahami Ukuran Torso Kamu

Apa itu torso? Torso diambil dari bahasa Inggris yang memiliki arti batang tubuh. Jadi bisa diartikan bahwa torso adalah batang tubuh seseorang atau punggung kamu.

Nah, pemilihan ukuran torso ini merupakan bagian yang sangat penting sebelum kamu membeli tas carrier. Usahakan untuk menyamakan ukuran torso tas carrier pilihan dengan punggung kamu.

Kalau ukuran torso kamu dan si carrier sama, maka rasa nyaman akan kamu dapatkan.

Kebanyakan pemula tidak memperhatikan topik yang satu ini mereka asal-asalan dalam memilih tas carrier alhasil tas carrier yang di beli tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Baru beberapa kali digunakan untuk naik gunung sekali rasanya udah gak betah dan pengin langsung dijual lagi aja, kan sayang uangnya kalau seperti itu.

Langkah paling simpel untuk menentukan apakah ukuran torso sudah sesuai atau belum dengan cara memakainya, lalu setting tas carrier tersebut apakah kamu merasa nyaman atau malah sebaliknya.

Tapi, dibeberapa tas carrier memiliki fitur adjustable torso atau yang bisa disesuaikan dengan ukuran torso si penggunanya.

Namun tas yang memiliki fitur ini biasanya dibanderol dengan harga yang cukup mahal.

Baca Juga: Jangan Pakai Jeans! Ini dia Celana Nyaman untuk Daki Gunung

2. Pertimbangkan Teknologi Backsystem-nya

Jika torso mengenai ukuran batang tubuh penggunanya, kali ini kita bakal bahas tentang backsystem yang merupakan sebuah teknologi yang berada di tas carrier.

Sebenarnya apa sih fungsi dari backsystem?

Fungsi backsystem adalah menghindari efek panas/keringat selama kita berjalan dan memberikan kenyaman, singkatnya begitu.

Ada banyak sekali macam dan jenis dari backsystem ini, yang paling populer adalah AG (anti gravity) yanng diusung Osprey.

Fitur ini menjadi salah satu backsystem yang paling efisien.

Pesaing dari brand Osprey yaitu Deuter, membagi backsystem ini kedalam beberapa kategori sesuai dengan jenis tasnya.

  • Hiking back system.
  • Trekking back system.
  • Alpine back system.
  • Lightweight back system.
  • Bike back system.
  • Daypack back system.
  • Protection back system.
  • School back system.
  • Slimline back system.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Sepatu Trail Run yang Cocok untuk Mendaki

3. Pertimbangkan Kapasitas Volume

Tas carrier itu mempunyai beragam pilihan kapasitas, mulai dari 45 liter sampai 100 liter. Kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan.

Bagi saya pribadi tas carrier berkapasitas 60 Liter sudah cukup untuk menemani satu kali pendakian. Namun beberapa sumber menyatakan bahwa carrier 60 liter itu bisa untuk pendakia 5 malam lebih.

Berikut data tentang volume tas carrier dan estimasi lama pendakian.

Durasi PerjalananKapasitas Carrier
Weekend (1–3 malam)25–40 Liter
Multiday (3–5 malam)45–55 Liter
Longday (5+ malam)65+ Liter

Penjelasan:

Memilih kapasitas carrier harus disesuaikan dengan durasi dan kebutuhan pendakian. Semakin lama perjalanan, semakin banyak perlengkapan yang perlu dibawa, mulai dari logistik, pakaian, hingga perlengkapan tidur.

  • 25 – 40L: Cocok untuk pendakian singkat (1–3 malam) dengan perlengkapan dasar.
  • 45 – 55L: Ideal untuk pendakian 3–5 hari dengan kebutuhan yang lebih lengkap.
  • 65L ke atas: Digunakan untuk ekspedisi panjang atau kondisi khusus.

Usahakan untuk memilih kapasitas secukupnya agar tidak overpacking dan tetap nyaman saat perjalanan.

4. Pastikan Kualitas Tas

“Barang yang berkualitas terbuat dari bahan yang berkualitas pula”

Kurang lebih seperti itulah moto saya. Kualitas tidak hanya berpatok dari harga yang mahal saja. Tapi, kebanyakan produk yang terbuat dari bahan bagus, memiliki kualitas tinggi.

Setuju?

Sama seperti memilih tas carrier, kamu harus memperhatikan bahan dari tas carrier tersebut. Karena penentuan bahan ini juga akan berpengaruh pada fungsinya.

Umumnya tas carrier yang dibuat dari bahan cordura memiliki daya tahan yang lebih, bahan cordura ini dirancang untuk tahan terhadap abrasi, serta goresan kecil.

Setelah bahan, kamu juga harus melihat detail finishing dari tas carrier. Pada bagian ini kamu harus melakukan pengecekan secara teliti, meskipun tas tersebut lahir dari merk ternama.

Karena bisa jadi ada beberapa produk kurang memenuhi standar, namun masih lolos dari fase quality control dari produsen.

Yang terpenting kamu bisa memperhatikan pada bagian jahitan. Apakah rapi atau tidak. Penilaiannya bisa dari alur jahitan, dan benang yang keluar.

Karena jika suatu produk dikerjakan secara serius, maka akan menghasilkan produk yang berkualitas.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Beli Jaket Gunung untuk Pendaki Pemula

5. Sesuaikan Budget

Hal penting lainnya yang patut dipertimbangkan juga adalah budget atau dana. Karena tas carrier umumnya memiliki harga yang lumayan tinggi. Apalagi tas carrier keluaran brand outdoor yang sudah memiliki nama.

Masalah dana ini yang sering dikeluhkan oleh para pelajar yang gemar berkegiatan di alam bebas, sumber pendapatan mereka hanya dari uang jajan. Kecuali kalau dia berasal dari keluarga yang berada, itu beda cerita.

Tas carrier yang murah namun masih memiliki kualitas yang cukup baik, dibanderol dengan kisaran harga Rp 500.000-an. Sebetulnya ada sih yang harganya Rp 300.000-an. Tapi berdasarkan pengalaman saya, baru beberapa kali diajak mendaki, talinya sudah putus pada bagian bahu.

Lebih baik kamu menabung agar bisa membeli carrier dengan kualitas yang bagus, yang dibanderol dengan harga yang bagus pula, alias mahal.

Baca Juga: Nyaman & Kuat! Ini 7 Rekomendasi Tas Carrier 60L

6. Pertimbangkan Merk Tas Carrier

Bagi kita para pemula pasti melihat tas dari merknya, namun saya kurang setuju, inilah mengapa “MERK” saya bahas paling akhir agar kamu bisa mencari tas carrier dengan spesifikasi di atas.

Kalau menurut saya, tas carrier dengan merk Consina, Eiger, A rei masih bisa masuk ke list kamu untuk dibeli. Carrier lokal dengan harga terjangkau dan kualitas mumpuni.

Namun jika kamu punya rejeki lebih, gak ada salahnya untuk investasi di produk yang sedikit lebih mahal namun kualitasnya terbaik. Kamu bisa membeli tas carrier merk Osprey, Deuter, Jack Wolfskin. Merk tersebut menjual tas carriernya dengan harga diatas 2-jutaan.

Mau Beli Tas yang Kayak Gimana, Nih?

tas carrier yang saya gunakan ke gunung ciremai

Memilih tas carrier bukan hanya sekadar memilih tas yang bagus, tetapi juga investasi untuk kenyamanan dalam pendakian atau perjalanan kamu nantinya.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, semoga kamu udah gak bingung lagi ya. Kalau kamu punya pendapat tips lainnya, boleh banget sharing di kolom komentar ya!

Udah dulu ceritanya yaa … Masih banyak cerita lainnya dari Insanus Mlaku yang gak kalah seru dan menarik. Yuk eksplore bareng.

See you!

Pertanyaan Seputar Tips Pemilihan Tas Carrier

Pemilihan tas carrier untuk pemula bisa pendaki mulai dengan menyesuaikan kapasitas, kenyamanan, dan kebutuhan pendakian. Pastikan tas memiliki sistem penyangga yang baik, ukuran sesuai torso tubuh, serta tidak terlalu berat saat digunakan.

Untuk pemula, kapasitas 40 – 50 liter biasanya sudah cukup untuk pendakian 1 – 2 hari. Jika durasi lebih lama, pendaki bisa memilih carrier 50 – 60 liter agar muatan tetap cukup tanpa berlebihan.

Penting, sangat penting! Kenyamanan sangat penting karena tas carrier akan digunakan dalam waktu lama dengan beban berat. Carrier yang tidak ergonomis bisa menyebabkan nyeri punggung, bahu, bahkan meningkatkan risiko cedera saat pendakian.

Beberapa fitur penting pada tas carrier antara lain hip belt, chest strap, frame allumunium, ventilasi punggung, serta rain cover. Fitur-fitur ini membantu mendistribusikan beban dan menjaga kenyamanan saat pendakian.

Tas carrier harus sesuai dengan tinggi badan dan panjang punggung (torso). Pastikan sabuk pinggang berada di tulang panggul dan tali bahu tidak menekan leher agar beban terbagi dengan baik.

Kesalahan yang sering terjadi adalah pendaki memilih tas hanya berdasarkan desain atau harga, tidak memperhatikan kapasitas, serta mengabaikan sistem penyangga. Hal ini bisa membuat pendakian jadi tidak nyaman dan lebih melelahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *