The Journey Start Here!

Kategori: Travelling Bali

Itinerary 3 Hari 2 Malam Healing di Bali, Anti Gagal dan Pasti Puas!

itinerary 3 hari 2 malam di bali

Kalau cuman punya waktu sebentar aja buat ke Bali, ini itinerary 3 hari 2 malam yang menarik untuk kamu coba. 

Pulau Bali memang selalu punya daya tarik magis dengan ratusan destinasi wisata yang rasanya wajib untuk dieksplorasi. Sayangnya, terkadang kita hanya punya waktu luang yang sangat terbatas untuk kabur sejenak dari rutinitas harian.

Tapi tenang saja, durasi singkat bukan berarti pengalaman liburanmu jadi kurang berkesan. Terutama untuk kamu pemula yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bali, perencanaan rute yang matang adalah kunci utama agar liburan tetap terarah.

Rute Lengkap dan Mudah untuk Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bali

Untuk pemula, pasti ingin liburan yang gampang tapi lengkap kan? Jadi, kalau ini pertama kali kamu ke Bali, setidaknya panduan rute ini bisa membantu. Saran dari aku, kalau kamu solo travelling lebih baik sewa mobil yang sekaligus tour guide. Dengan cara ini, kamu bisa minta saran destinasi dari warga lokal dari tempat paling terkenal sampai hidden gems. Kalau begitu, mari kita mulai!

Hari Pertama : Mengelilingi Wilayah Bali Selatan

Setelah tiba di Bali, kamu bisa saja tiba di Bandara Ngurah Rai atau Pelabuhan Gilimanuk. Mau melalui perjalanan udara atau laut, sama saja kok. Hampir setiap perjalanan ke Bali, wisatawan pasti menuju Kota Denpasar.

Baca Juga: 10 Wisata Bedugul Bali Paling Hits dan Ramah Dikantong!

Durasi dari Bandara – Kota Denpasar diperkirakan selama 1-2 jam, kalau dari Pelabuhan Gilimanuk – Kota Denpasar perkiraan selama 4-5 jam. Setelah sampai di Denpasar, check-in ke penginapan yang sudah kamu booking atau bisa sambil mencari saat di perjalanan yang paling pas dengan budgetmu. Disinilah liburanmu dimulai:

  1. Menikmati keindahan pantai di Pantai Pandawa : Rute pertama sebelum memasuki area pantai, kamu akan melihat berbagai patung dari tokoh Mahabharata di kedua sisi jalan masuk. Rasanya seperti masuk ke dunia kerajaan Hindu-Buddha gitu. Lalu, lanjut memasuki area pantai yang dikelilingi pasir putih halus dengan pemandangan laut yang biru dan udara laut yang segar. Ada beberapa bar di sekitar pantai yang menjual makanan berat, cemilan, atau minuman untuk dinikmati sambil berjemur. Tiket masuk pantai : Rp 10.000 – Rp 25.000.
  2. Makan siang di restoran khas Bali : Masih di sekitar Pantai Pandawa, ada restoran halal (Warung kita pandawa) dan non-halal (Warung Bali Guling Pak Malen).
  3. Memasuki sore hari gak seru rasanya kalau gak menikmati sunset : Pura Uluwatu adalah rekomendasi spot sunset yang indah ditambah menonton penampilan tari kecak (tarian khas Bali). Tiket masuk : Rp 30.000 – Rp 60.000.
  4. Makan malam seafood bakar di Jimbaran Bay : merasakan berbagai macam makanan khas laut di restoran sekitar Pantai Jimbaran. Mulai dari cumi, ikan, udang, dan berbagai jenis kerang yang segar karena ditangkap sendiri oleh nelayan lokal. Makan malam sambil dimanjakan dengan langit malam yang penuh bintang dan deru ombak tenang.
  5. Check-in ke hotel atau penginapan sekitar daerah Jimbaran, Kuta, Seminyak atau Legian.

Hari Kedua : Menikmati Pemandangan Alam, Desa, hingga Budaya

Setelah seharian mengelilingi Bali selatan, waktunya menikmati pemandangan alam melalui desa, pegunungan, dan agrowisata. Selain liburan, Bali ini juga kental dengan budaya Hindu-Buddha nya loh! Buat wawasan kamu jadi luas mengenai budaya kepercayaan orang Bali dengan melihat atau bisa mengikuti ritual-ritual keagamaan. Dimana aja itu?

  1. Mulai hari dengan sarapan di hotel atau warung makan sekitar.
  2. Mengunjungi desa terbersih dan asri di Desa Wisata Penglipuran : Dengan luas 112 hektar, kamu bisa melakukan berbagai kegiatan seru seperti berkeliling desa dan hutan bambu naik sepeda atau jalan kaki. Kamu juga wajib cobain kuliner khasnya yaitu Tipat cantok (mirip ketoprak dengan saus kacang) dan Loloh cemcem (minuman untuk melancarkan pencernaan). Terakhir, menonton festival budaya seperti tarian Barong Ngelawang dan parade tradisional lainnya yang diadakan tiap akhir tahun. Tiket masuk : Rp 15.000 – Rp 50.000.
  3. Menikmati pemandangan gunung dan relaksasi di Kintamani :  Kalau kamu suka trekking atau berkeliling dengan jeep, wisata di Gunung Batur cocok banget buat kamu. Setelah itu, relaksasi tubuh dengan berendam di pemandian air hangat alami di Toya Bungkah atau Toya Devasya yang pemandangannya langsung mengarah ke Danau Batur. Tiket masuk : Rp 60.000 – Rp 100.000.
  4. Menjelajahi perkebunan Stoberi Jepang : Karena lokasi wilayah Kintamani berada di dataran tinggi, perkebunan buah stroberi jepang tumbuh lebat hingga dijadikan agrowisata. Salah satu kebun yang dapat dikunjungi La Fresa. Suasana kebun disini dingin, terkadang berkabut, dan buah stoberinya yang terkenal berukuran sedang hingga besar serta segar. Tiket masuk : Rp 35.000 dan stoberi mulai dari Rp 20.000 (tergantung berat buah yang dipetik).
  5. Perjalanan pulang melewati Terasering (persawahan berundak atau bertangga di lahan miring) di Tegalalang dan makan malam di restoran lokal yang masih di daerah Kintamani.
  6. Kembali ke penginapan untuk istirahat.

Hari Ketiga : Berfoto-foto di Tanah Lot dan Beli Oleh-oleh

Hari terakhir wajib banget ditutup dengan wisata ikonik dan berbelanja cinderawata dari Bali. Perjalanan terakhir sebelum pulang yang pastinya bisa menutup kenangan tentang Bali untuk diceritakan kepada kerabat atau orang tersayang. Seperti apa rutenya:

  1. Sarapan dan check out dari hotel atau penginapan.
  2. Menikmati pemandangan laut dan pura unik di Tanah Lot : Saat memasuki Tanah Lot, kamu akan disajikan pemandangan laut luas dan pura ikonik yang berada di atas tebing dan terletak di tengah laut. Saat pasang surut, kamu bisa dengan jelas tebing hitam, yang sudah terkikis air laut dengan motif yang spektakuler. Gak cuman itu, kamu bisa berjalan di karang-karang yang dalamnya banyak mahkluk laut kecil seperti bulu babi, kerang, kepiting, dan lain-lain. Selain itu, ada gua yang dalamnya ada Ular Belang jinak keramat dan mengunjungi pasar seni.
  3. Belanja Oleh-oleh di Krisna Oleh-oleh : Pusat oleh-oleh terbesar di Bali yang menyediakan berbagai macam pakaian motif, cemilan khas, aksesori, tas, sandal, lukisan, kain tenun, hingga beragam jenis kopi giling. Bisa jadi buah tangan untuk sahabat, keluarga, atau orang tersayang kamu.
  4. Perjalanan pulang ke Bandara Ngurah Rai atau Pelabuhan Gilimanuk.

Baca Juga: Tempat Wisata di Bali Selatan yang Cocok untuk Healing

Jangan Tunda Lagi, Yuk Rencanakan Liburan Singkatmu di Bali!

desa wisata di bali

Liburan dengan waktu terbatas memang menuntut kita untuk lebih pintar mengatur jadwal. Tapi dengan panduan rute di atas, kamu sudah bisa mencicipi daya tarik utama Pulau Dewata secara maksimal. Mulai dari pesona pantai di selatan, sejuknya udara pegunungan Kintamani, hingga magisnya budaya dan sunset di Tanah Lot.

Satu hal yang pasti, jangan ragu untuk sedikit menyesuaikan jadwal ini dengan ritme jalan-jalanmu sendiri, ya. Liburan itu tentang menikmati momen, bukan sekadar balapan ceklis destinasi.

Pertanyaan Seputar Liburan Singkat di Bali

Ya, 3 hari 2 malam sudah cukup untuk menikmati pengalaman liburan yang berkesan, terutama bagi first timer. Fokuslah mengeksplor satu atau dua kawasan, seperti Bali Selatan dan Bali Tengah, agar perjalanan lebih santai tanpa terlalu banyak menghabiskan waktu di jalan.

Pilihan paling praktis adalah menyewa mobil beserta sopir, terutama jika bepergian bersama pasangan, teman, atau keluarga. Sementara itu, solo traveler yang ingin lebih fleksibel dan hemat bisa memilih menyewa sepeda motor untuk menjangkau berbagai destinasi wisata.

Untuk gaya liburan menengah, siapkan budget sekitar **Rp1,5–2,5 juta per orang** di luar tiket pesawat. Estimasi tersebut sudah mencakup penginapan, transportasi, tiket masuk wisata, serta makan di warung lokal maupun kafe dengan biaya yang cukup nyaman.

Secara umum tetap aman, tetapi beberapa destinasi outdoor seperti pantai atau kawasan pegunungan mungkin kurang maksimal saat hujan. Sebaiknya siapkan jas hujan, pilih kendaraan yang aman, dan siapkan alternatif wisata indoor seperti museum, galeri seni, atau wisata kuliner jika cuaca memburuk.

Tentu bisa. Itinerary bersifat fleksibel dan sebaiknya disesuaikan dengan lokasi hotel atau villa tempat menginap. Dengan mengatur urutan destinasi berdasarkan area, kamu bisa menghemat waktu tempuh dan membuat perjalanan terasa lebih efisien.

Ditulis oleh

Chalara Natalia Gultom

Hobi jalan-jalan, foto-foto, lalu merangkum kisahnya jadi cerita manis. Pernah tersihir indahnya Bali, terpikat eksotisme Sumatera Utara, sampai keranjingan berburu hidden gem di sekitar Jakarta. Indonesia seindah itu, masa kamu di rumah aja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *