Baca artikel ini sampai habis kalau mau tau cara bab di Gunung.
Banyak pendaki pemula yang masih bingung harus buang air di mana, cebok pakai apa, atau apakah boleh BAB sembarangan di alam terbuka.
Memahami etika dan cara yang benar soal buang hajat saat mendaki gunung itu penting banget. Bukan cuma buat kenyamanan pribadi, tapi juga untuk menjaga kebersihan jalur dan lingkungan sekitar.
Karena pada akhirnya, naik gunung itu bukan cuma soal summit. Tapi juga tahu cara BAB yang benar saat berada di alam bebas.
Kenapa BAB di Gunung Nggak Boleh Sembarangan?
Masih banyak pendaki yang menganggap BAB di gunung bisa dilakukan sembarangan asal jauh dari jalur pendakian. Tidak salah, namun masih kurang tepat. Karena kebiasaan ini bisa berdampak besar bagi lingkungan.
Kotoran manusia bisa mencemari sumber air yang dipakai pendaki lain untuk memasak atau minum, menyebarkan bakteri dan penyakit, hingga meninggalkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan jalur pendakian.
Selain itu, sampah tisu dan bekas BAB yang dibiarkan terbuka juga merusak ekosistem alami gunung yang seharusnya tetap bersih dan terjaga.
Dengan begitu, kamu jangan asal memilih tempat untuk BAB ketika berada di gunung. Kalau bisa, terapkan juga konsep Leave No Trace hiking.
Prinsip tersebut mengajarkan bawah mendaki gunun tanpa meninggalkan jejak apapun yang bisa merusak alam. Cara paling sederhana untuk menerapkan konsep ini adalah menjaga kebersihan gunung, termasuk urusan sanitasi pribadi.
BAB harus dilakukan di tempat yang aman, jauh dari sumber air, lalu ditutup kembali dengan tanah agar tidak mencemari lingkungan. Pendakian bukan cuma soal mencapai puncak, mendapatkan foto yang bagus.
Tapi tentang keselamatan dan menjaga alam agar tetap asri dan nyaman. Sehingga bisa bisa dinikmati oleh pendaki lain hingga ke generasi anak cucu kelak.
Langkah-langkah BAB di Gunung yang Benar

1. Cari Lokasi yang Aman & Jauh dari Jalur
Langkah pertama untuk menerapkan cara BAB di gunung yang benar adalah mencari lokasi yang aman dan cukup jauh dari jalur pendakian, camping ground, maupun sumber air. Idealnya sekitar 60 – 70 meter.
Langkah ini penting untuk kamu terapkan dan pahami, karena memiliki tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah pencemaran air.
Jangan BAB di dekat sungai atau aliran air, area terbuka. Karena selain tidak etis, juga bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan orang lain.
Baca Juga: Info Rute Pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang
2. Buat Lubang untuk Area Feses
Setelah menemukan area yang cocok untuk BAB, langkah berikutnya yang penting untuk kamu lakukan adalah menggali lubang sebagai wadah feses nanti.
Galilah tanah sedalam kurang lebih 15 – 20 cm menggunakan trekking pole, sekop mini, atau ranting yang cukup kuat. Jika lubang sudah tersedia, kamu bisa mulai melangsungkan ritual buang hajat.
Setelah selesai, pastikan lubang ditutup kembali dengan tanah hingga rapat supaya tidak menimbulkan bau. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri, serta menjaga jalur pendakian tetap bersih.
3. Cara Cebok Setelah BAB di Gunung
Jika urusan buang hajat sudah beres, yang tak kalah penting untuk kamu pahami adalah cara ceboknya. Jangan sampai, area tubuh kamu tidak higienis. Karena selama pendakian kebersihan sangat penting untuk dijaga.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk cebok. Bisa menggunakan air, tisu kering ataupun tisu basah. Yang paling penting adalah jangan tinggalkan sampah di area BAB.
Sebelum meninggalkan area BAB pastikan tidak ada sampah yang tertinggal, apalagi sampah yang tidak mudah terurai, seperti tisu, plastik, botol atau yang lainnya.
Baca Juga: Materi Bivak: Pengeritan, Jenis-jenis, dan Cara membuatnya
Daftar Peralatan yang Harus Kamu Bawa untuk BAB
| Nama Alat | Fungsi | Lihat Detail Produk |
|---|---|---|
| Ultralight Bidet | Membantu membersihkan tubuh setelah BAB dengan lebih hemat air dan higienis saat berada di gunung | Lihat Produk |
| Tisu Kering | Membantu membersihkan area tubuh setelah BAB dan praktis dibawa saat pendakian | Lihat Produk |
| Tisu Basah | Membantu menjaga kebersihan tubuh, terutama ketika sumber air terbatas di gunung | Lihat Produk |
| Plastik Sampah | Digunakan untuk menyimpan tisu bekas atau sampah pribadi agar tidak mencemari alam dan jalur pendakian | Lihat Produk |
| Hand Sanitizer | Membersihkan tangan setelah BAB ketika tidak ada akses air bersih | Lihat Produk |
| Sekop Mini | Digunakan untuk menggali dan menutup lubang kecil sesuai etika leave no trace saat BAB di gunung | Lihat Produk |
Tips Biar Nggak Susah BAB Saat Mendaki
Sebelum mendaki, usahakan makan makanan yang cukup serat seperti buah atau sayur, serta pastikan tubuh terhidrasi dengan baik supaya sistem pencernaan tetap lancar.
Kalau memungkinkan, biasakan BAB dulu sebelum mulai mendaki agar perjalanan terasa lebih aman dan nyaman.
Terutama saat jalur mulai menanjak dan sulit menemukan spot yang ideal untuk berhenti. Ini adalah tips ampuh untuk BAB saat mendaki.
Kalaupun merasa mules, sebisa mungkin jangan menahan BAB terlalu lama karena bisa bikin perut nggak nyaman dan mengganggu fokus selama perjalanan.
Hindari juga makanan terlalu pedas sebelum summit atau perjalanan panjang. Dengan menjaga pola makan dan mendengarkan kondisi tubuh, aktivitas di alam terbuka jadi jauh lebih nyaman dan terhindar dari drama perut sakit mendadak.
Jadi Gimana, Sudah Paham Cara BAB yang Benar Kan?
BAB di gunung itu hal yang normal dan pasti dialami hampir semua pendaki, jadi nggak perlu malu atau panik. Yang penting, lakukan dengan cara yang benar.
Pilih lokasi yang aman dan jauh dari sumber air, bersihkan area setelah selesai, serta jangan meninggalkan sampah seperti tisu sembarangan.
Ingat, gunung bukan toilet umum yang bisa dibersihkan setiap hari. Jadi etika kecil seperti ini sangat berpengaruh untuk menjaga alam tetap bersih dan nyaman bagi pendaki lainnya. Selamat mencoba Konco Mlaku!
Pertanyaan Seputar Cara BAB saat Mendaki Gunung
Cara BAB saat mendaki yang benar adalah mencari lokasi yang jauh dari jalur pendakian dan sumber air, lalu menggali lubang kecil sebagai tempat pembuangan. Setelah selesai, tutup kembali lubang dengan tanah agar tidak mencemari lingkungan dan tetap menghormati pendaki lain.
Tidak boleh. BAB sembarangan di gunung dapat mencemari lingkungan, sumber air, serta mengganggu kenyamanan pendaki lain. Pendaki sebaiknya menerapkan prinsip leave no trace dengan membuang limbah manusia secara benar dan bertanggung jawab.
Cebok di gunung bisa dilakukan menggunakan air secukupnya, tisu biodegradable, atau ultralight bidet agar lebih praktis dan minim sampah. Pastikan proses dilakukan jauh dari sumber air dan sampah seperti tisu dibawa turun kembali jika tidak mudah terurai.
Beberapa perlengkapan penting untuk toilet saat hiking antara lain tisu atau tissue biodegradable, sekop kecil (trowel), hand sanitizer, plastik sampah, serta air atau alat bidet portable. Perlengkapan ini membantu menjaga kebersihan sekaligus meminimalkan dampak terhadap alam.







