Baca artikel ini sampai habis kalau mau punya jaket gunung yang awet sampai 8 tahun!
8 tahun mungkin agak lebay ya, tapi ini betulan terjadi. Saya punya jaket gunung dari Cozmeed seri Argon Pro. Kini usianya sudah hampir 8 tahun bahkan lebih.
FYI, jaket gunung itu adalah alat mendaki gunung pertama yang saya miliki. Belinya kalau tidak salah ingat tahun 2017, sehabis lebaran. Kalau ditanya kenapa ingat habis lebaran, jawabannya karena saya belinya pake duit THR.
Kala itu saya sadar, jaket seharga 400 ribuan itu investasi yang cukup mahal untuk seorang anak SMK yang mengobarkan seluruh uang THR. Maka dari itu, perawatannya harus benar.
Jangan sampai biaya besar yang kita keluarkan untuk peralatan mendaki lenyap dengan cepat karena salah dalam merawatnya.
Seberapa Penting Perawatan Jaket Gunung dengan Benar?
Sangat penting! Jaket gunung bukan sekadar pakaian untuk mendaki, tetapi salah satu perlengkapan outdoor yang berperan melindungi tubuh dari angin, hujan, dan suhu dingin selama berada di alam bebas.
Kebanyakan pendaki cuma fokus beli gear pendakian yang mahal, bergengsi, tapi kurang paham bagaimana cara merawatnya dengan baik.
Perawatan yang kurang tepat dapat membuat lapisan waterproof lebih cepat rusak, bahan kehilangan kemampuan menahan panas, hingga memicu munculnya jamur dan bau tidak sedap.
Dengan melakukan perawatan rutin dan sesuai rekomendasi, kamu memperpanjang usia pakai alat tersebut. Sehingga tetap nyaman digunakan untuk berbagai pendakian selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu! Tips Beli Jaket Gunung yang Tepat Biar Awet
Kenali Dulu Jenis Jaket Gunung Sebelum Kamu Beli

1. Jaket Waterproof
Jaket waterproof dirancang untuk mencegah air hujan menembus ke bagian dalam sehingga tubuh tetap kering saat cuaca buruk.
Jenis jaket ini umumnya menggunakan membran khusus seperti GORE-TEX, eVent, DryVent, Pertex Shield, atau teknologi waterproof milik masing-masing produsen.
Selain tahan air, sebagian besar jaket waterproof juga tetap memiliki kemampuan breathable yang baik. Sehingga uap keringat dapat keluar dengan baik.
Agar lapisan waterproof tetap awet, jaket ini sebaiknya dicuci menggunakan deterjen khusus agar tidak merusak lapisan waterproofnya.
2. Jaket Softshell
Jaket softshell memiliki material yang lebih lentur, ringan, dan nyaman dibandingkan jaket waterproof.
Karakteristik utamanya adalah mampu menahan angin, memberikan sedikit perlindungan dari gerimis, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
Karena itu, jaket softshell cocok digunakan saat cuaca cerah, pendakian dengan intensitas tinggi, trail running, atau aktivitas outdoor yang membutuhkan banyak pergerakan.
3. Jaket Hardshell
Jaket hardshell merupakan pelindung utama ketika menghadapi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga suhu dingin di pegunungan.
Materialnya menggunakan lapisan waterproof dan windproof dengan konstruksi yang lebih kokoh daripada softshell. Meski terasa lebih kaku, jaket hardshell punya perlindungan yang jauh lebih baik.
4. Jaket Down / Insulated Jacket
Jaket down atau insulated jacket berfungsi menjaga suhu tubuh tetap hangat saat berada di lingkungan bersuhu rendah. Perbedaannya terletak pada bahan insulasinya.
Down jacket menggunakan bulu angsa atau bebek yang terkenal sangat hangat dengan bobot ringan dan daya kompresi tinggi.
Sedangkan, synthetic insulated jacket menggunakan serat sintetis yang tetap mampu memberikan kehangatan meski dalam kondisi lembab.
Kedua jenis jaket ini membutuhkan perawatan khusus, terutama saat proses pencucian dan pengeringan. Karena kesalahan penanganan dapat membuat insulasi menggumpal dan mengurangi kemampuan jaket dalam menyimpan panas.
Bagaimana Cara Mencuci Jaket Gunung yang Benar?

1. Baca Label Perawatan Terlebih Dahulu
Langkah pertama yang wajib kamu lakukan bahkan saat belum membeli jaket adalah membaca label perawatan.
Setiap jaket outdoor memiliki material yang berbeda, sehingga instruksi pencuciannya pun tidak selalu sama.
Dengan mengikuti petunjuk yang tersedia, kamu bisa menghindari kesalahan yang berisiko merusak lapisan pelindung maupun struktur kain.
Perlu diingat, bahwa merawat peralatan pendakian, apalagi yang memiliki fungsi vital memang perlu penanganan khusus dan lebih effort.
Baca Juga: 6 Cara Mencuci Jaket Gunung Biar Lebih Awet
2. Periksa Seluruh Saku
Agar hasil mencuci jauh lebih maksimal, pastikan untuk memeriksa setiap resleting yang ada pada jaket gunung. Jangan sampai kamu ikut mencuci kotoran yang ada pada saku jaket.
Kotoran sangat mungkin ada di saku jaket gunung. Karena pada saat pendakian, kita terbiasa untuk menyimpan sampah lebih dulu pada saku-saku yang dimiliki. Baik pada kemeja flanel, celana gunung, atau bahkan jaket.
Idenya memang, menyimpan dulu baru buang kemudian. Tapi sering kali kita lupa membuangnya karena sudah terlalu lelah. Jadi pastikan isi saku jaket gunung sudah bersih dan kosong, barulah kamu bisa mulai mencuci. Jangan sampai bakteri dan kotoran menyebar ke bagian jaket lainnya.
3. Gunakan Deterjen Khusus Outdoor atau Deterjen Lembut
Pemilihan deterjen memegang peranan penting dalam merawat jaket outdoor. Sebaiknya gunakan deterjen khusus jaket outdoor atau deterjen cair yang lembut tanpa kandungan pemutih, pelembut pakaian, maupun pewangi berlebihan.
Bahan kimia tersebut dapat mengurangi kemampuan lapisan water repellent dan meninggalkan residu yang mempengaruhi sirkulasi udara pada kain.
Selain itu, kamu juga bisa menggunakan sabun bayi. Jaket argon pro milik saya sering dicuci dengan sabun bayi.
Hasilnya masih awet sampai sekarang, dan fungsi water repellentnya masih terjaga sampai sekarang. Walaupun, warnanya sudah agak pudar.

4. Cuci Jaket dengan Suhu Rendah
Gunakan air dingin atau air bersuhu rendah saat mencuci jaket gunung. Suhu air yang terlalu panas berisiko merusak lapisan coating, membran waterproof, hingga perekat pada bagian tertentu.
Mencuci menggunakan air bersuhu rendah juga membantu menjaga bentuk dan elastisitas bahan sehingga jaket tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
5. Hindari Menyikat Terlalu Keras
Jika terdapat noda membandel, hindari langsung menyikatnya dengan sikat berbulu kasar.
Sebagai gantinya, gunakan spons halus atau kain lembut yang telah dibasahi air dan sedikit deterjen untuk membersihkan area yang kotor secara perlahan.
Cara ini lebih aman untuk menjaga serat kain tetap utuh sekaligus mengurangi risiko lapisan pelindung pada jaket cepat aus.
Baca Juga: Rekomendasi Jaket Gunung Terbaik untuk Pria & Wanita
Tips Mengeringkan Jaket Gunung yang Tepat
Proses mengeringkan jaket gunung sama pentingnya dengan proses mencucinya. Cara mengeringkan yang kurang tepat dapat mempercepat kerusakan lapisan waterproof, hingga membuat warnanya cepat memudar. Agar jaket tetap awet dan siap digunakan untuk aktivitas outdoor berikutnya, perhatikan beberapa tips berikut.
- Hindari menjemur di bawah sinar matahari langsung karena paparan sinar UV dalam waktu lama dapat merusak lapisan waterproof dan mempercepat pemudaran warna.
- Gantung jaket di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik agar proses pengeringan berlangsung alami dan merata.
- Pastikan jaket benar-benar kering sebelum disimpan untuk mencegah munculnya jamur, bau apek, dan kerusakan pada bahan.
- Gunakan mesin pengering hanya jika diizinkan oleh label perawatan.
Cara Menyimpan Jaket Gunung agar Tidak Cepat Rusak
Setelah jaket benar-benar kering, simpanlah di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar terhindar dari jamur maupun bau apek.
Jika memungkinkan, gantung jaket menggunakan hanger untuk menjaga bentuknya dan mengurangi tekanan pada lapisan kain atau insulasi.
Hindari melipat jaket terlalu lama, terutama untuk jaket gunung berbahan down atau yang memiliki lapisan waterproof, karena dapat mengurangi performa materialnya seiring waktu.
Selain itu, jangan pernah menyimpan jaket outdoor dalam kondisi lembab karena kelembaban dapat memicu pertumbuhan jamur, merusak lapisan pelindung, dan memperpendek usia pakai jaket gunungmu.
Rawatlah Jaket Gunung dengan Benar Mulai dari Sekarang

Jaket gunung salah satu peralatan mendaki yang sangat penting. Melakukan perawatan yang benar dari awal akan membuat uang yang kamu keluarkan terasa lebih worth it.
Karena usia pakai jaket gunung jadi lebih panjang, jadi bisa menemanimu ke berbagai pendakian. Layaknya sahabat sejati.
Jaket Argon Pro saya sudah menemani ke berbagai pendakian gunung di pulau Jawa. Dari gunung tertinggi, hingga yang paling dingin sudah saya jelajahi bersama. Ketika suhunya terlalu dingin, saya akan menambah layering agar bisa menjaga suhu tubuh lebih stabil.
Pertanyaan Seputar Perawatan Jaket Gunung
Boleh, selama mengikuti petunjuk pada label perawatan dan menggunakan mode pencucian yang lembut. Untuk jaket waterproof atau down jacket, gunakan deterjen khusus agar lapisan pelindung dan insulasinya tetap terjaga.
Tidak ada aturan baku mengenai frekuensi mencuci jaket gunung. Sebaiknya jaket dicuci ketika mulai kotor, berbau, atau setelah digunakan dalam kondisi hujan, berlumpur, maupun setelah berkeringat berlebihan agar performanya tetap optimal.
Sebaiknya tidak. Menjemur jaket waterproof di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat mempercepat penurunan kualitas lapisan waterproof (DWR) dan membuat bahan luar lebih cepat rusak. Keringkan jaket di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Cuci jaket menggunakan deterjen yang lembut atau deterjen khusus outdoor sesuai jenis bahannya. Setelah itu, keringkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Hindari menyemprotkan parfum langsung ke permukaan jaket karena dapat merusak material dan lapisan pelindungnya.
Lapisan waterproof perlu diperbarui ketika air tidak lagi membentuk butiran di permukaan jaket dan mulai meresap ke kain luar. Kondisi ini menandakan lapisan Durable Water Repellent (DWR) mulai berkurang sehingga perlu dilakukan reproofing menggunakan produk khusus.
Kesalahan yang sering dilakukan antara lain menggunakan deterjen biasa secara berlebihan, menjemur jaket di bawah terik matahari, menyimpan jaket dalam kondisi masih lembap, jarang mencuci jaket setelah digunakan mendaki, serta menyemprotkan parfum langsung ke bahan jaket. Kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan material dan mengurangi fungsi perlindungan jaket.







